PARIS, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyentil Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu terkait adanya kesepakatan damai AS-Iran.
Trump menegaskan Netanyahu tidak berhak mengkritik nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) AS-Iran. Hal itu disampaikan Trump pada Rabu (17/6/2026).
Trump dalam pernyataannya mengungkit Netanyahu diduga menarik diri dari operasi gabungan untuk membunuh pemimpin Garda Revolusi Iran, Qassem Soleimani, pada 2020.
Baca Juga: Trump Diserang Partainya Sendiri usai Resmikan MoU AS-Iran, Disebut Sia-Siakan Uang Pajak
Trump selama beberapa hari terakhir telah mengkritik Israel, setelah tindakan Tel Aviv dalam perang terhadap Hizbullah, membahayakan negosiasi AS-Iran.
Dikutip dari The Times of Israel, di sela-sela KTT G7 di Paris, Prancis, Trump memulai kritikannya terhadap Israel karena diduga menarik diri dari operasi gabungan dengan AS untuk membunuh Soleimani pada 2020.
“Mereka (Israel), telah luar biasa dengan saya, namun mereka tidak ingin melakukan serangan (membunuh Soleimani),” ucap Trump.
“Mereka sudah siap pada malam sebelum serangan. Kemudian (Israel memberi tahu) saya, mereka tak ingin melakukannya.”
Lebih lanjut, Trump kemudian mengecam kritikus yang menyerukan agar terus membom Iran, alih-alih menandatangani perjanjian untuk mengakhiri perang.
“Untuk semua yang disebut jenius yang ingin menunjukkan betapa pintarnya mereka, tanyakan mengapa mereka tidak meledakkan Jenderal Soleimani,” ucap Trump.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : The Times of Israel/Associated Press
- benjamin netanyahu
- donald trump
- trump sentil netanyahu
- tak berhak mengritik
- kesepakatan damai
- as-iran




