REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Generasi Z dan milenial semakin mendominasi pasar pembiayaan perumahan nasional. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatat 95,3 persen debitur kredit pemilikan rumah (KPR) perseroan berasal dari kelompok usia muda tersebut.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan perubahan perilaku masyarakat turut mengubah cara industri properti menjangkau calon pembeli rumah. Menurut dia, proses pencarian hunian kini lebih banyak dilakukan melalui platform digital dibandingkan dengan mendatangi lokasi proyek secara langsung.
Baca Juga
Laba BTN Melonjak 54 Persen hingga Mei 2026, Kredit Perumahan Tembus Rp 403 Triliun
45.500 Pelari dari 52 Negara Ramaikan BTN Jakarta International Marathon 2026
BTN: Belanja Peserta JAKIM 2026 Meningkat, Dampak Ekonomi Bisa Tembus Rp225 Miliar
“Data menunjukkan 63,5 persen pencarian hunian berasal dari kelompok Gen Z dan milenial usia 18 hingga 44 tahun. Mereka kini menjadi motor utama permintaan properti di Indonesia,” ujar Nixon dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
Menurut Nixon, jumlah penduduk dari kelompok usia tersebut mencapai sekitar 140,3 juta jiwa atau hampir 49,3 persen dari total populasi Indonesia. Kondisi itu menjadikan generasi muda sebagai pasar utama industri perumahan nasional.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
BTN menilai tren tersebut mendorong transformasi layanan perumahan ke arah yang lebih digital. Proses pembelian rumah kini tidak lagi dimulai dari kunjungan ke marketing gallery, melainkan dari pencarian informasi melalui telepon pintar.
Untuk menangkap potensi tersebut, BTN menjalin kerja sama dengan platform properti Rumah123. Melalui kolaborasi itu, layanan pencarian hunian dan akses pembiayaan KPR akan diintegrasikan dalam satu ekosistem digital.
Pengguna Rumah123 nantinya dapat mengakses fitur pengecekan kesiapan KPR BTN dan memperoleh pendampingan dalam proses pengajuan pembiayaan. Sebaliknya, pengguna Bale by BTN dapat mengakses lebih dari 4,8 juta listing properti yang tersedia di Rumah123.
CEO 99 Group Indonesia Darius Cheung mengatakan kemudahan akses menjadi faktor penting dalam mendorong masyarakat memiliki rumah. Menurut dia, pencarian properti dan proses pembiayaan perlu terhubung dalam satu ekosistem yang mudah diakses masyarakat.
BTN berharap integrasi layanan tersebut dapat memperluas akses pembiayaan perumahan sekaligus mempermudah masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mewujudkan kepemilikan rumah.