3 Negara yang Warganya Masih Makan Daging Kucing, Ada Tetangga RI

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: (dok/Vietnam Cat Welfare and Humane World for Animals Viet Nam via Sosial Media)

Jakarta, CNBC Indonesia - Polisi Vietnam membongkar salah satu jaringan perdagangan daging kucing terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Dalam operasi yang digelar di Kota Ho Chi Minh pekan lalu, aparat berhasil menyelamatkan lebih dari 400 kucing hidup dan menangkap sembilan orang yang diduga terlibat dalam sindikat pencurian hewan peliharaan.

Melansir Associated Press (AP), sedikitnya 400 kucing yang diselamatkan berhasil dipulangkan dan bertemu kembali dengan pemiliknya. Namun, sejumlah kucing lainnya dilaporkan mati setelah ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan.

Baca: Sayur-Buah Mengandung Mikroplastik Tertinggi Banyak Dikonsumsi di RI

Vietnam juga terkenal memiliki perdagangan gelap bawah tanah yang sangat menguntungkan dari menjual daging kucing dan anjing. Daging kucing sering diolah menjadi sup atau semur. Meskipun ilegal untuk dikonsumsi, makanan ini masih sering disajikan di Vietnam. Akibat tingginya permintaan, banyak hewan peliharaan yang sering dicuri, bahkan dari Thailand dan Laos. Setelah diculik, biasanya kucing-kucing itu diselundupkan ke toko-toko daging khusus.


Namun Vietnam bukan satu-satunya negara di mana penduduknya masih mengonsumsi daging kucing, meski ilegal. China juga terkenal sebagai konsumen daging kucing dan anjing terbesar di dunia. Bukan hanya dari pedagang pasar gelap, daging kucing dan anjing juga dapat ditemukan di berbagai provinsi dan wilayah seluruh China.

Di China, daging kucing dan anjing dipercaya bermanfaat bagi kesehatan, yakni meningkatkan metabolisme tubuh, menyejukkan tubuh selama musim panas, dan menghangatkan tubuh selama musim dingin.

Baca: 7 Manfaat Pelihara Kucing bagi Kesehatan Tubuh, Terbukti Ilmiah

Biasanya, daging kucing dan anjing diolah sebagai sup, steak, atau dipadukan dengan sayuran dan nasi dan disajikan dengan bumbu serta topping. Setiap tahunnya, China telah "memakan" lebih dari empat juta anak kucing setiap tahunnya.

Terakhir adalah Kamboja. Menurut organisasi non-profit Four Paws, di Kamboja saja, lebih dari 1 juta kucing dibantai setiap tahun untuk dikonsumsi manusia. Banyak di antaranya adalah hewan peliharaan curian atau kucing liar. 


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Hasil Undian Piala AFF U-19 2026, Indonesia & Vietnam Satu Grup

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cepat Tanggap, Bank Mandiri Salurkan Bantuan ke Masyarakat Terdampak Gempa di Kabupaten Sigi
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Amankan Komitmen Pendanaan 17 Miliar Dolar AS dari AIIB, Purbaya: Untuk Proyek Pembangunan Sampai 2029
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Tak Semeriah di Indonesia, WNI di Amerika Serikat Ungkap Harga Tiket Piala Dunia 2026 Bisa Capai Rp50 Juta: Mahal Benar
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Pesawat Kecil Jatuh di AS, Seluruh Penumpang Ditemukan Selamat
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Rupiah Ditutup Melemah Meski BI Sudah Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%
• 1 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.