Musala Tanpa Dinding dan Atap di Jakut, Tempat Warga dan Nelayan Menepi untuk Salat

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah hamparan semak-semak berlatar belakang pelabuhan internasional, sebuah musala sederhana berdiri tanpa dinding dan atap yang megah.

Lantai musala itu berupa tanah merah yang dipenuhi kerikil, lalu dilapisi karpet bekas berwarna hitam. Di atasnya terbentang tikar yang sudah bolong dan usang.

Sementara itu, pada bagian arah kiblat terdapat susunan kayu yang dilapisi karpet berwarna biru kecokelatan bergambar Ka'bah.

Baca juga: Polisi: Hanania Travel Bermasalah Sejak 2023, Gali Lubang Tutup Lubang

Di atas karpet tersebut terpajang hiasan berwarna cokelat bertuliskan lafaz Allah sebagai penanda bahwa area itu memang diperuntukkan sebagai tempat beribadah.

Area di sisi kiri dan kanan musala juga dihiasi berbagai kerajinan tangan dari barang bekas, di antaranya bunga plastik, miniatur rumah dari kayu, dan aneka hiasan lainnya.

Sepintas, tempat itu tampak seperti tumpukan barang tak terpakai. Namun, menjelang Magrib, sudut kecil tersebut berubah menjadi tempat warga, nelayan, hingga buruh beristirahat sekaligus menunaikan salat.

Musala outdoor itu dibuat oleh Ahmad (42), salah satu warga Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Ahmad adalah salah satu korban kebakaran yang kehilangan tempat tinggal dan tak mampu lagi mengontrak rumah, sehingga terpaksa membangun hunian dari barang-barang bekas.

Dari sisa-sisa material yang dipungutnya, ia tak hanya menciptakan hunian untuk berteduh, tetapi juga menghadirkan ruang ibadah dan tempat berkumpul bagi warga sekitar.

Lokasi masjid yang jauh

Di tengah keterbatasannya, Ahmad berusaha membantu orang yang biasa beraktivitas di sekitar rumahnya untuk tetap mudah dalam beribadah.

Sebab, rumah semi permanen Ahmad berada persis di bawah Jalan Tol Akses Tanjung Priok, Jalan Pengasinan, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, tempat berlalu lalangnya para nelayan dan warga yang hobi memancing ikan.

Pasalnya, tak jauh dari rumah Ahmad terdapat dermaga kecil yang berbatasan langsung dengan area Pelabuhan Tanjung Priok, tempat di mana nelayan menyadarkan perahu-perahunya.

Banyaknya orang yang beraktivitas di wilayah tersebut membuat Ahmad prihatin karena mereka harus berjalan cukup jauh jika ingin menunaikan salat.

Baca juga: Massa Penolak dan Pendukung MBG Saling Berhadapan di Patung Kuda, Saling Sahut Orasi

"Banyak juga orang lain yang menumpang salat di situ, seperti kuli atau nelayan, karena lokasi masjid cukup jauh dari sini, harus melewati sekitar tiga gang," ucap Ahmad ketika ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu (17/6/2026).

Ahmad bilang, setiap menjelang Maghrib, suasana musala outdoor yang dibuatnya sangat indah karena langsung beratapkan langit berwarna oranye.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Warga maupun nelayan yang ingin menumpang salat di musala itu biasanya meminjam sajadah ke rumah Ahmad yang berada persis di seberangnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hadapi Ancaman El Nino 2026-2027, Wamendagri Tekankan Kolaborasi Antarwilayah Atasi Karhutla
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Mendag Pastikan MinyaKita Makin Mudah Diakses di Pasaran
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BEST Putuskan Kembali Tak Bagi Dividen demi Perkuat Modal
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
5 Arti Mimpi Banjir Menurut Psikologis, Cerminan Alam Bawah Sadar yang Tak Boleh Kamu Abaikan
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Menkeu Purbaya "Jemput Bola" ke Negeri China
• 23 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.