Awal Mula Kontroversi Hotel Sultan Jakarta hingga Berujung Dieksekusi Pemerintah

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Hotel Sultan kini tengah dieksekusi oleh Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) pada Kamis, 18 Juni 2026.

Langkah tersebut menjadi titik baru sekaligus penutup dari sengketa panjang antara pemerintah serta pengelola hotel yang telah terjadi selama bertahun-tahun.

Perselisihan yang terjadi ini berkaitan dengan hak pengelolaan lahan negara di kawasan GBK yang selama ini ditempati dan juga dimanfaatkan oleh Hotel Sultan.

Di balik polemik yang menjadi sorotan publik, terdapat jejak sejarah panjang mengenai berdirinya Hotel Sultan di Kota Metropolitan ini.

BACA JUGA:Sejarah Hotel Sultan Jakarta yang Pernah Jadi Hilton, Kini Hadapi Eksekusi Lahan

Sejarah Hotel Sultan

Hotel Sultan awalnya berdiri di awal tahun 1970-an, di mana kala itu Jakarta ditunjuk sebagai tuan rumah Konferensi Pariwisata Asia-Pasifik yang diperkirakan dihadiri sekitar 3.000 peserta.

Mengutip dari arsip Gatra (2005), Gubernur DKI Jakarta saat itu adalah Ali Sadikin menyadari jika ibu kota masih belum mempunyai cukup hotel berstandar internasional untuk menampung para tamu.

Dari situlah, pada tahun 1971 ia mengajukan permintaan kepada Pertamina untuk membangun hotel yang bisa digunakan sebagai sarana akomodasi konferensi tersebut.

Permintaan pada Pertamina ini bukanlah tanpa alasan. Selain pembangunan hotel berskala besar yang saat itu tidak diperbolehkan dilakukan oleh pihal swasta, Pertamina juga tengah menikmati masa keemasannya akibat lonjakan harga minyak dunia yang dikenal sebagai oil boom.

Tentunya, kondisi tersebut membuat perusahaan itu mempunyai sumber daya keuangan yang cukup besar.

BACA JUGA:Profil dan Biodata Pontjo Sutowo Anak Ibnu Sutowo Pemilik Hotel Sultan yang Lahannya Dieksekusi

Akhirnya, permintaan Ali Sadikin kemudian disetujui direktur utama Pertamina, Ibnu Sutowo pada periode 1968-1978.

Tahun 1973, pembangunan hotel pun dimulai di kawasan Senayan melalui PT Indobuild Co.

Dalam perjalanan proyek tersebut, Ali Sadikin mengaku baru mengetahui sebuah fakta yang berbeda.

Ia mengira jika PT Indobuild Co adalah perusahaan milik Pertamina.

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Konfirmasi Teken Kesepakatan Damai dengan AS
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh - AS Iran Resmi Teken MOU Damai Perang
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik BGN di Bogor Terkait Kasus Korupsi MBG
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
The Fed Tahan Suku Bunga Acuan, Tapi Beri Sinyal Bakal Ada Kenaikan Tahun Ini
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kasus Mahasiswa Unnes Kirim Chat Mesum, Satgas PPK Sebut Ada 3 Korban
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.