JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhasil meningkatkan gizi anak Indonesia sehingga bisa turut memajukan sepak bola di Indonesia.
"Nah ini kan bagus. Kita ingin sepak bola Indonesia maju kan? Badannya gede, tinggi. Kayak pemain Jepang kan, badannya sudah gede, tinggi," kata Qodari dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
Salah satu tanda peningkatan konsumsi gizi terlihat dari peningkatan konsumsi buah yang melonjak dari 26 persen menjadi 84 persen.
"Kalau kita bicara vitamin C, bicara buah bagus untuk pencernaan, ternyata anak-anak kita dulu itu sedikit sekali yang makan buah. Mayoritas nggak makan buah. Sekarang sudah naik 58 persen, dari 26 persen ke 84 persen," ujar Qodari.
Baca juga: GAPEMBI Tolak MBG Disetop Selama Libur Sekolah, Pertanyakan Nasib Balita di Daerah 3T
Lalu, Qodari menyebut, peningkatan juga terjadi pada konsumsi protein hewani.
Berdasarkan data Bappenas, konsumsi protein hewani siswa meningkat dari 65 persen menjadi 90 persen setelah pelaksanaan MBG.
"Otaknya cerdas, gizinya bagus. Jangan lagi kita dibilang bangsa yang IQ-nya kurang kan. Itu dari mana? Dari protein," tuturnya.
Baca juga: Selain Kantin Sekolah, Gibran Usul Pesantren, Gereja, hingga Ibu PKK Dilibatkan di MBG
Klaim membawa dampak ekonomi positifSelanjutnya, Qodari mengklaim program MBG juga disebut membawa dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat.
Sebanyak 86 persen pemasok program MBG melaporkan adanya kenaikan omzet usaha mereka.
Qodari menjelaskan sebagian besar rantai pasok program MBG melibatkan pelaku usaha lokal.
Sebanyak 62 persen pemasok berasal dari UMKM lokal, 18 persen dari koperasi, dan hanya 14 persen yang berasal dari pemasok tingkat provinsi.
Dari sisi pelaksanaan program, mayoritas sekolah juga memberikan penilaian positif terhadap tata kelola MBG.
Sebanyak 93 persen sekolah menyatakan pelaksanaan program berjalan dengan baik, sementara menu inti MBG yang terdiri atas nasi, protein seperti ayam atau telur, serta sayuran telah terpenuhi di 96 persen sekolah.
"Jadi sebetulnya banyak aspek positif dari MBG ini. Jangan lihat sisi negatifnya saja. Sisi negatifnya kita koreksi, sisi positifnya terus kita tingkatkan," ujar Qodari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




