HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sebuah rekor langka kembali tercipta di panggung Piala Dunia. Lionel Messi resmi masuk daftar elite pencetak hattrick di turnamen ini. Siapa saja yang pernah melakukan hal serupa?
Lionel Messi kembali mencatatkan tinta emas dalam kariernya. Dia membukukan hattrick ke gawang Aljazair pada Piala Dunia 2026. Tiga gol tersebut membawa Argentina menang 3-0.
Ini menjadi hattrick perdana Messi di ajang Piala Dunia, hadir tepat 20 tahun setelah gol debutnya pada edisi 2006. Pencapaian itu semakin menegaskan konsistensinya di level tertinggi sepak bola dunia.
Sebelum Messi, beberapa nama besar sudah lebih dulu mencatatkan prestasi serupa. Di antaranya Kylian Mbappe pada final Piala Dunia 2022, serta Goncalo Ramos yang melakukannya saat Portugal menghadapi Swiss di fase gugur turnamen yang sama.
Masuknya Messi memperpanjang daftar panjang pemain yang pernah mencetak tiga gol dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1930. Total, sudah puluhan pemain mengukir catatan serupa dalam berbagai edisi.
Sejak edisi perdana di Uruguay, tercatat 55 hattrick telah terjadi di Piala Dunia yang dibukukan oleh 51 pemain dari berbagai generasi. Rekor pertama sendiri dicatat oleh Bert Patenaude dari Amerika Serikat pada 1930.
Menariknya, tidak semua edisi menghasilkan hattrick. Piala Dunia 2006 di Jerman menjadi satu-satunya turnamen tanpa satu pun pemain mencetak tiga gol dalam satu laga.
Sebaliknya, Piala Dunia 1954 di Swiss menjadi edisi paling subur dengan delapan hattrick tercipta. Salah satunya terjadi dalam laga dramatis Austria melawan Swiss yang berakhir 7-5.
Dalam sejarahnya, daftar pencetak hattrick selalu dipenuhi nama besar seperti Pele, Ronaldo, Just Fontaine, hingga Cristiano Ronaldo. Hal ini menunjukkan betapa langkanya pencapaian tersebut di level tertinggi.
Kylian Mbappe menjadi salah satu yang paling berkesan setelah mencetak hattrick di final Piala Dunia 2022 melawan Argentina. Ia menjadi pemain kedua yang melakukannya di partai final setelah Geoff Hurst pada 1966.
Pada edisi modern, sejumlah pemain juga ikut menorehkan catatan serupa. Harry Kane, Thomas Muller, Xherdan Shaqiri, Gonzalo Higuain, hingga Miroslav Klose turut masuk dalam daftar.
Kini, Lionel Messi resmi bergabung dalam kelompok eksklusif tersebut, mempertegas statusnya sebagai salah satu legenda terbesar Piala Dunia.
Meski turnamen sudah berlangsung lebih dari sembilan dekade, hanya empat pemain yang mampu mencetak lebih dari satu hattrick. Mereka adalah Sandor Kocsis, Just Fontaine, Gerd Muller, dan Gabriel Batistuta.
Sandor Kocsis menjadi yang pertama melakukannya pada Piala Dunia 1954 dengan dua hattrick di fase grup. Sementara Just Fontaine mencatat rekor luar biasa dengan dua hattrick sekaligus dan total 13 gol dalam satu turnamen.
Gerd Muller melanjutkan tradisi tersebut pada 1970, sedangkan Gabriel Batistuta menjadi satu-satunya yang melakukannya di dua edisi berbeda, 1994 dan 1998.
Dari sisi negara, Jerman menjadi tim dengan jumlah hattrick terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, yakni tujuh kali. Konsistensi itu lahir dari deretan striker kelas dunia seperti Gerd Muller, Miroslav Klose, hingga Karl-Heinz Rummenigge.
Namun, Jerman juga memiliki catatan unik lainnya. Mereka termasuk tim yang paling sering kebobolan hattrick, bersama Korea Selatan, dengan masing-masing empat kali.
Daftar berikut merangkum seluruh hattrick yang pernah tercipta dalam sejarah Piala Dunia FIFA dari masa ke masa:
Daftar Hattrick Piala Dunia2026
- Lionel Messi (Argentina) vs Aljazair – Menang 3-0
2022
- Kylian Mbappe (Prancis) vs Argentina – Imbang 3-3 (kalah adu penalti)
- Goncalo Ramos (Portugal) vs Swiss – Menang 6-1
2018
- Harry Kane (Inggris) vs Panama – Menang 6-1
- Cristiano Ronaldo (Portugal) vs Spanyol – Imbang 3-3
2014
- Xherdan Shaqiri (Swiss) vs Honduras – Menang 3-0
- Thomas Muller (Jerman) vs Portugal – Menang 4-0
2010
- Gonzalo Higuain (Argentina) vs Korea Selatan – Menang 4-1
2002
- Pauleta (Portugal) vs Polandia – Menang 4-0
- Miroslav Klose (Jerman) vs Arab Saudi – Menang 8-0
1998
- Gabriel Batistuta (Argentina) vs Jamaika – Menang 5-0
1994
- Oleg Salenko (Rusia) vs Kamerun – Menang 6-1
- Gabriel Batistuta (Argentina) vs Yunani – Menang 4-0
1990
- Tomas Skuhravy (Cekoslowakia) vs Kosta Rika – Menang 4-1
- Míchel (Spanyol) vs Korea Selatan – Menang 3-1
1986
- Emilio Butragueno (Spanyol) vs Denmark – Menang 5-1
- Igor Belanov (Uni Soviet) vs Belgia – Kalah 3-4 (OT)
- Gary Lineker (Inggris) vs Polandia – Menang 3-0
- Preben Elkjær (Denmark) vs Uruguay – Menang 6-1
1982
- Paolo Rossi (Italia) vs Brasil – Menang 3-2
- Zbigniew Boniek (Polandia) vs Belgia – Menang 3-0
- Karl-Heinz Rummenigge (Jerman Barat) vs Chile – Menang 4-1
- Laszlo Kiss (Hungaria) vs El Salvador – Menang 10-1
1978
- Teofilo Cubillas (Peru) vs Iran – Menang 4-1
- Rob Rensenbrink (Belanda) vs Iran – Menang 3-0
1974
- Andrzej Szarmach (Polandia) vs Haiti – Menang 7-0
- Dusan Bajevic (Yugoslavia) vs Zaire – Menang 9-0
1970
- Gerd Muller (Jerman Barat) vs Peru – Menang 3-1
- Gerd Muller (Jerman Barat) vs Bulgaria – Menang 5-2
1966
- Geoff Hurst (Inggris) vs Jerman Barat – Menang 4-2 (OT)
- Eusebio (Portugal) vs Korea Utara – Menang 5-3
1962
- Florian Albert (Hungaria) vs Bulgaria – Menang 6-1
1958
- Just Fontaine (Prancis) vs Jerman Barat – Menang 6-3
- Pele (Brasil) vs Prancis – Menang 5-2
- Just Fontaine (Prancis) vs Paraguay – Menang 7-3
1954
- Josef Hugi (Swiss) vs Austria – Kalah 5-7
- Theodor Wagner (Austria) vs Swiss – Menang 7-5
- Max Morlock (Jerman Barat) vs Turki – Menang 7-2
- Burhan Sargın (Turki) vs Korea Selatan – Menang 7-0
- Sandor Kocsis (Hungaria) vs Jerman Barat – Menang 8-3
- Carlos Borges (Uruguay) vs Skotlandia – Menang 7-0
- Erich Probst (Austria) vs Cekoslowakia – Menang 5-0
- Sándor Kocsis (Hungaria) vs Korea Selatan – Menang 9-0
1950
- Ademir (Brasil) vs Swedia – Menang 7-1
- Oscar Míguez (Uruguay) vs Bolivia – Menang 8-0
1938
- Harry Andersson (Swedia) vs Kuba – Menang 8-0
- Gustav Wetterström (Swedia) vs Kuba – Menang 8-0
- Leonidas (Brasil) vs Polandia – Menang 6-5 (OT)
- Ernst Wilimowski (Polandia) vs Brasil – Kalah 5-6 (OT)
1934
- Oldrich Nejedly (Cekoslowakia) vs Jerman – Menang 3-1
- Edmund Conen (Jerman) vs Belgia – Menang 5-2
- Angelo Schiavio (Italia) vs AS – Menang 7-1
1930
- Pedro Cea (Uruguay) vs Yugoslavia – Menang 6-1
- Guillermo Stabile (Argentina) vs Meksiko – Menang 6-3
- Bert Patenaude (AS) vs Paraguay – Menang 3-0





