Mentan Sebut Dampak Positif Perang AS vs Iran: Ekspor Pertanian RI Naik

kompas.com
16 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan Indonesia berhasil mendapatkan keuntungan dari situasi perang Amerika Serikat (AS) versus Iran lewat peningkatan ekspor hasil pertanian.

"Nah ini Amerika, Iran, dan Israel, dampak ini pasti ada, tetapi dampak positifnya itu kita manfaatkan dengan baik. Contoh, ekspor kita naik. Terakhir kita peningkatan ekspor kita sektor pertanian Rp 166 triliun. Impor kita, impor kita turun Rp 41 triliun karena kita tidak impor beras," ujar Amran di Istana, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Baca juga: Prabowo Heran Harga Sawit Turun Usai PT DSI Diumumkan, Mentan Ngadu ke Kapolri

Importir kedelai jangan berlebihan ambil untung

Lalu, terkait kedelai, Amran mengakui bahwa Indonesia banyak mengimpornya, sehingga berdampak pada kenaikan harga.

Akan tetapi, Amran mengaku sudah meminta kepada pengusaha untuk tidak mengambil keuntungan berlebihan dari berjualan kedelai.

"Kenapa? Anda tolong ada rasa empati, ada rasa peduli pada saudara-saudara kita karena selama ini impor kami tidak persulit," kata dia.

Baca juga: Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tahu-Tempe di Parepare Terpaksa Rumahkan Karyawan

Amran tidak ingin ada pengusaha yang menjual kedelai impor di dalam negeri dengan harga tinggi sehingga masyarakat bawah menjadi kesulitan. 

Dia mengancam akan mempersulit izin impor kedelai jika pengusaha importir kedelai menjual kedelai dengan harga tinggi di dalam negeri.

"Kami janji kalau ada yang menaikkan semena-mena, aku pastikan izin impornya tidak keluar untuk tahun berikutnya," jelasnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain soal kedelai, Amran juga bicara soal beras yang dia jamin ketersediaannya.

"Dan itu kami yang tanggung jawab. Jadi kami ingin supaya tenang, pangan tersedia. Dan satu lagi, beras bukan lagi penyumbang inflasi utama. Ini sudah dua tahun berturut-turut," imbuh Amran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Tertekan, Dolar AS Melonjak ke Rp17.841
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Rekap Keseruan Konser MAKI’s Kolorcoaster Tour Jakarta
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
Jennifer Coppen Bongkar Biaya Fantastis Pernikahannya dengan Justin Hubner
• 13 jam lalucumicumi.com
thumb
Menhan minta prajurit YTP di Aceh tingkatkan kesejahteraan rakyat
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Pilihan Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite
• 13 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.