Bisnis.com, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi optimistis potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di sejumlah sektor dapat diimbangi dengan tingginya investasi dan kebutuhan tenaga kerja baru di berbagai kawasan industri di Jawa Barat.
Menurut KDM—panggilan akrabnya, saat ini sejumlah kawasan industri di Jawa Barat telah mulai membuka rekrutmen tenaga kerja seiring masuknya investasi baru dan beroperasinya sejumlah pabrik. Rencananya, industri mulai menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar pada 2027 mendatang.
"Rekrutmen tenaga kerja baru juga tinggi. Kawasan-kawasan industri sudah mulai rekrut sekarang. Sudah mulai jalan," ujar KDM di Gedung Pakuan, Bandung, Kamis (18/6/2026).
Ia menuturkan, berdasarkan data yang dimilikinya, sejumlah proyek industri yang sedang dibangun akan mulai beroperasi dalam waktu dekat sehingga berpotensi menyerap banyak tenaga kerja.
"Saya sudah tahu datanya. Banyak kawasan industri yang bangunannya sudah selesai dan siap beroperasi. Tinggi kok kebutuhan tenaga kerjanya," katanya.
KDM menilai arus investasi yang masuk ke Jawa Barat masih sangat kuat. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Baca Juga
- Gelombang PMI dari Cirebon Naik Lagi, Mayoritas Kerja Sektor Domestik
- Dedi Mulyadi Siapkan Aturan Khusus bagi Ibu Berbalita Calon Pekerja Migran
- Antrian Pelamar ASN & Pabrik Mengular, Vokasi Didorong Buka Peluang Kerja Alternatif
"Investasi dan arus industri ke Jawa Barat juga tinggi," ujarnya.
Meski demikian, KDM mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri yang terus berkembang.
Menurutnya, daya saing tenaga kerja Jawa Barat pada dasarnya cukup baik. Namun, kesiapan kompetensi dan kemampuan dasar tetap menjadi faktor penting dalam proses seleksi tenaga kerja.
"Sebenarnya daya saing sumber daya manusia kita cukup. Urusan tenaga kerja juga berkaitan dengan konektivitas dan kesiapan mengikuti sistem yang ada," katanya.
KDM mencontohkan masih ada pencari kerja yang gagal dalam proses seleksi karena kurang menguasai kemampuan dasar yang menjadi syarat perusahaan.
"Seleksi tenaga kerja itu kadang-kadang ada tes matematika dasar. Misalnya hitungan sederhana, tetapi saat menjawab lupa sehingga tidak lulus. Kalau begitu ya nanti dikursuskan saja," ujarnya.
Karena itu, Pemprov Jabar akan terus mendorong peningkatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja agar lebih siap memasuki pasar kerja serta mampu menjawab kebutuhan industri yang terus tumbuh di berbagai wilayah Jawa Barat.
Pihaknya meyakini kombinasi antara masuknya investasi baru, ekspansi kawasan industri, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia akan menjadi kunci dalam menjaga penyerapan tenaga kerja dan menekan dampak PHK di Jawa Barat.




