KSP tinjau CKG pelajar di Penjaringan Jakarta Utara

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar di Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis, untuk memastikan keberlanjutan salah satu program prioritas pemerintah.

Dudung mengatakan pemeriksaan kesehatan berkala penting dilakukan untuk mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan pada anak sehingga dapat ditangani sejak usia sekolah.

"Melalui pemeriksaan berkala tiap tahun ini, kita berharap jika ada kendala kesehatan pada anak-anak bisa diantisipasi lebih awal sehingga mereka siap menyongsong Indonesia Emas," kata Dudung saat meninjau SMP Negeri 122 dan SD Kapuk Muara 03, sebagaimana dikutip dari siaran resmi Kantor Staf Presiden.

Program CKG merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Presiden. Program tersebut menyasar pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi peserta didik mulai jenjang SD, SMP, madrasah, pesantren, hingga SMA secara rutin setiap tahun.

Baca juga: KSP laporkan 13 juta orang Indonesia telah menerima manfaat CKG

Pemerintah menargetkan program itu dapat menjangkau hingga 130 juta masyarakat setiap tahun. Hingga saat ini, realisasinya telah mencapai sekitar 30 persen dari target.

Menurut Dudung, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dengan pemeriksaan rutin, berbagai gangguan kesehatan dapat ditangani lebih cepat melalui intervensi medis yang tepat.

Pelayanan CKG di lokasi tersebut melibatkan 30 tenaga medis yang terdiri atas dokter, perawat, dan tenaga kesehatan masyarakat dari Puskesmas Kecamatan Penjaringan serta Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara.

Baca juga: KSP: CKG tembus 10,5 juta peserta di awal 2026

Layanan yang diberikan mencakup delapan jenis skrining kesehatan, antara lain pengukuran tinggi badan, pemeriksaan darah, mata, tekanan darah, gigi, telinga, serta konsultasi kesehatan.

Sebelumnya, Puskesmas Penjaringan juga melakukan skrining risiko penyakit menular, khususnya tuberkulosis (TBC) dan hepatitis B, terhadap sekitar 890 siswa SMP Negeri 122 yang selesai dilaksanakan pada 12 Juni 2026.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan kasus terduga TBC di lingkungan sekolah. Sementara itu, dua siswa yang terindikasi suspek hepatitis B telah ditindaklanjuti untuk mendapatkan perawatan di puskesmas.

Baca juga: ‎KSP: 36 juta masyarakat Indonesia manfaatkan program CKG ‎

Selain memantau pelaksanaan CKG, Kantor Staf Presiden juga meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan di kedua sekolah tersebut sejak Januari 2026.

Hingga kini, program MBG berlangsung dengan menu yang bervariasi setiap hari, antara lain daging ayam, telur, tahu, tempe, tumis sayuran, dan buah-buahan segar yang didistribusikan kepada siswa saat makan siang pada pukul 11.00 WIB.

Baca juga: KSP minta tenaga kesehatan dan guru sabar ajak anak ikut CKG


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dipercaya Dunia, Indonesia Terpilih Masuk ke Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Sedang Berlangsung! Portugal Vs Kongo, Ini Susunan Pemain, Link Live Streaming dan Cara Nonton Gratisnya
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Penemuan Mayat Lansia Terikat Kawat di Leher Bikin Geger Warga di Tangerang
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Menko Polkam Aktifkan Lagi Desk Penanggulangan Karhutla Hadapi Potensi El Nino
• 1 jam laludetik.com
thumb
Mentan Minta BGN Tambah Menu Ayam dan Telur 3 Kali Sepekan untuk Stabilkan Harga
• 2 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.