Kementerian P2MI Teken MoU dengan Pemprov Banten-Krakatau Steel Terkait PMI

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menjalin sinergi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Banten, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem pelindungan dan peningkatan kapasitas pekerja migran dari hulu ke hilir.

Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan penandatanganan kerja sama dengan empat pihak ini dilakukan untuk memperkuat kualitas kapasitas sekaligus memberi pelindungan bagi para pekerja migran.

"Pada hari ini kami berempat menandatangani MOU dalam rangka memperkuat ekosistem, baik dalam rangka peningkatan kapasitas pekerja migran maupun dalam konteks pelindungan bagi pekerja migran," kata Mukhtarudin di Kantor KP2MI, Pancoran, Jakarta, Kamis (18/6).

Mukhtarudin menambahkan, kolaborasi yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, alumni perguruan tinggi, hingga Krakatau Steel ini merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan perintah Presiden terkait penguatan ekosistem dari hulu ke hilir.

"Ini kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kemudian alumni perguruan tinggi, dan juga adalah operator ataupun stakeholder ataupun sektor riilnya, yakni Krakatau Steel. Ini bagian daripada kita mengimplementasikan perintah Bapak Presiden ya, dalam rangka kita memperkuat bagaimana ekosistem pelindungan pekerja migran ini dari hulu sampai ke hilir," sambung Mukhtarudin.

Kerja sama antar sektor ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan program direktif Presiden untuk mempersiapkan ratusan ribu tenaga kerja berkompetensi global hingga tahun 2029.

"Dan yang tidak kalah penting adalah ini sebagai implementasi juga dari program direktifnya Bapak Presiden, program yaitu SMK Go Global yang tahun ini 2026 dengan target 40 ribu orang. Kemudian 2027 nanti targetnya 140 ribu orang, 2028 180 ribu orang, dan 2029 140 ribu orang. Sehingga dari 2026-2029 totalnya kurang lebih 500 ribu orang yang kita persiapkan yang memiliki kompetensi kebutuhan global, tidak hanya sisi teknis juga dari sisi bahasanya," pungkas Mukhtarudin.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni menyambut positif penandatanganan kerja sama ini. Andra menegaskan komitmen penuh Pemprov Banten untuk menyukseskan visi besar Presiden dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap bersaing di tingkat global.

"Kami sangat berharap besar berjalannya program ini dengan baik sesuai dengan arahan Bapak Presiden, 4 tahun ke depan target 200 ribu pekerja terlatih, terdidik yang ditempatkan di negara-negara sahabat," tutur Andra Soni.

Sementara itu, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Akbar Djohan menegaskan kesiapan pihaknya sebagai perwakilan BUMN untuk memfasilitasi kebutuhan peningkatan kompetensi pekerja sebelum diberangkatkan ke luar negeri.

"Skilled labour dengan aset dan pabrik yang Krakatau Steel miliki tentu akan menjadi ajang untuk pelatihan, untuk training secara live ditambah dengan pembekalan bahasa. Sehingga rasanya pekerja migran kita yang akan ke luar negeri jauh lebih memiliki self-confidence," pungkas Akbar Djohan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pacu Semangat Siswa saat Pembagian Rapor, Ini 15 Contoh Ucapan Islami Wali Kelas
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BPS Kota Bandung Kerahkan 2.000 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Ekonomi Digital Jadi Sorotan
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Didit Prabowo Sungkem dan Cium Tangan Jokowi usai Pertemuan Tertutup 30 Menit
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Topang Pertumbuhan Kredit, BMAS Kembali Raih Pinjaman USD4 Juta dari Pengendali
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Pakar Hukum Sebut Wajar Sarwendah Berpacaran, Tapi Kekasih Baru Dilarang Ikut Campur Urusan Anak
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.