Tiyo Ardianto Endus Ada Settingan di Balik Tudingan Mobil Fortuner: Potong Telinga Saya!

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada atau BEM UGM 2025 Tiyo Ardianto mengklarifikasi soal mobil mewah Toyota Fortuner yang dituding sebagai mobil miliknya. 

Tiyo punya mobil mewah menjadi isu dan cap yang diberikan kepada mahasiswa ilmu filsafat itu setelah Tiyo mengungkapkan ada alat pelacak dan alat sadap di bawah mobilnya. 

Tiyo membenarkan bahwa itu adalah mobil milik kerabatnya atau mobil pinjaman, bukan mobil miliknya. 

“Misalnya ketika seorang mahasiswa mengendarai mobil mewah. Itu memang mobil pinjaman. Saya pinjam karena sejak mengalami beberapa teror, terutama sejak kasus Andri Yunus saya merasakan ada potensi yang sama bisa terjadi pada saya,” kata Tiyo dalam sebuah diskusi baru-baru ini. 

BACA JUGA:Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polisi, Mahasiswa UGM Singgung Isu Kriminalisasi Aktivis

Tiyo menduga isu itu sengaja dimunculkan dan diduga merupakan settingan yang mengalihkan isu sebenarnya. 

“Isu ini settingan entah digerakkan oleh kekuatan apa,” katanya. 

Lalu yang kedua, lanjutnya, ada tudingan bahwa dirinya sengaja memasang alat pelacak dan alat sadap itu sendiri dan memviralkannya. 

“Potong telinga saya kalau saya membuat kebohongan publik, penjarakan saya. Karena kebetulan alat itu bisa dikomersialisasikan. Seolah saya yang memviralkan sendiri,” jelasnya. 

BACA JUGA:Tiyo Ardianto Disenggol Budiman Sudjatmiko, Kalimat Ini Dinilai Paling Menyakiti Hati Mahasiswa UGM

Sebelumnya, Tiba-tiba kelompok Aliansi BEM Bersatu muncul ke publik menyoroti mobil yang dimiliki Tiyo Ardianto, yang diungkap ke publik oleh jebolan Omah Dongeng Marwah itu karena mobil itu dipasangi alat pelacak dan alat sadap. 

Juru Bicara BEM Fakultas Bersatu, Rahmat Djimbula menyampaikan pernyataan sikap, yaitu menolak gerakan mahasiswa yang ditunggangi kepentingan politik praktis.

“Kami, BEM Fakultas Bersatu, menolak segala bentuk pergerakan mahasiswa yang dipengaruhi kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus selalu menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan,” jelasnya kepada media. 

BACA JUGA:Tiyo Ardianto Diteror Bertubi-tubi, Usai Alat Pelacak Kini Diserang Alat Sadap saat Hendak OTW Makassar

Mereka menilai sejumlah aksi mahasiswa belakangan ini mulai kehilangan arah, yang ditandai dengan kurangnya riset, lemahnya argumentasi, serta tuntutan yang tidak jelas. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kelakar Gibran ke Ibu-Ibu di Ende: Ngerekam Saya Mau Kirim ke Siapa Enggak Ada Sinyal?
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Amar Bank Raup Laba Bersih Rp71,12 Miliar di Kuartal I 2026
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Mentan Menghadap Prabowo di Istana, Lapor Harga TBS Sawit Kembali Normal
• 6 jam laludetik.com
thumb
Pemerintah Salurkan Bantuan Rp5,5 Triliun ke Petani
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Belajar dari Sepasang Sepatu
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.