Bekasi Fajar Raup Laba Rp30 Miliar di 2025, Bidik Penjualan Lahan Rp600 Miliar

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bekasi: PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) meraih laba bersih sebesar Rp30 miliar di sepanjang 2025. Perusahaan juga sukses mencatatkan penjualan lahan atau marketing sales seluas 15 hektare (ha) dengan nilai mencapai Rp422 miliar.

"Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp427 miliar yang utamanya ditopang dari penjualan lahan sebesar Rp220 miliar dan sisanya berasal dari recurring income seperti maintenance fee, service charges, air, dan sewa sebesar Rp207 miliar," kata Media Relations BEST Rika Mandasari seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 18 Juni 2026.

Ia menyatakan, kinerja perseroan juga menunjukkan perbaikan pada kuartal pertama 2026. Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp90 miliar, meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp45 miliar.

"Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan berulang atau recurring income dari Rp45 miliar menjadi Rp54 miliar, serta mulai adanya kontribusi dari penjualan lahan," papar dia.

Dari sisi profitabilitas, lanjut Rika, Bekasi Fajar berhasil membalikkan kondisi keuangan dari rugi bersih Rp33 miliar pada kuartal pertama 2025 menjadi laba bersih Rp9 miliar pada kuartal pertama 2026. Margin laba bersih juga mengalami peningkatan signifikan dari minus 73 persen menjadi positif 10 persen.
  Baca juga: Kinerja BTN Mei 2026: Laba Bersih Rp1,85 Triliun, Kredit Tembus Rp403 Triliun

(Ilustrasi. Foto: dok MI)
  Bidik marketing sales Rp600 miliar
Untuk 2026, perseroan menargetkan marketing sales sebesar Rp600 miliar dengan tetap menjaga pertumbuhan pendapatan berulang secara stabil. Sejumlah sektor potensial yang menjadi sasaran utama pemasaran lahan antara lain Warehouse dan Logistic, Consumer Goods, Food and Beverage (F&B), serta Data Center.

"Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, Bekasi Fajar tetap fokus mengembangkan bisnis kawasan industri. Perseroan melanjutkan pengembangan kawasan BeFa MM2100, termasuk Cluster Data Center guna memenuhi kebutuhan industri berteknologi tinggi," terang dia. 

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan segmen komersial melalui BeFa Industrial Hub yang menawarkan bangunan pabrik standar multiguna. Langkah ini diharapkan dapat membuka sumber pendapatan baru sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia.

Rika menambahkan, dengan pengalaman lebih dari tiga dekade dalam pengembangan kawasan industri, Bekasi Fajar optimistis permintaan terhadap kawasan industri yang profesional dan terintegrasi akan terus meningkat.

"Perseroan akan melanjutkan pengembangan fasilitas dan infrastruktur di Kawasan Industri MM2100 Bekasi. Nilai kawasan diperkirakan semakin meningkat seiring pembangunan berbagai proyek infrastruktur strategis nasional," tegas dia.

Adapun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, para pemegang saham sepakat untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Kebijakan tersebut diambil guna memperkuat modal kerja perusahaan sekaligus mendukung rencana pengembangan usaha di masa mendatang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pascagempa Besar M6,7, BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Ratusan Kios Pasar di Pematangsiantar Terbakar, Diduga Dibakar OTK
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Eks Bos BRI Ventures Nicko Widjaja Divonis 3 Tahun Bui, Berkurang dari Tuntutan
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
KPU Jaktim Minta Partai Politik Perbarui Data
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Kenny Austin Punya Ritual Khusus Sebelum Tinggalkan Anak untuk Syuting
• 5 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.