Bahlil Akui Operasional PLN Terganggu Imbas Kurang Suplai Batu Bara

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bahlil mengakui bahwa persoalan ini tidak terlepas dari kecenderungan menyusutnya kualitas kandungan kalori pada hasil produksi batu bara domestik.

Bahlil Akui Operasional PLN Terganggu Imbas Kurang Suplai Batu Bara. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengakui adanya hambatan pada hari operasi pembangkit (HOP) milik PT PLN (Persero) yang dipicu oleh minimnya suplai batu bara dengan kalori menengah atau sebesar 5.200 kcal/kg GAR. 

Adapun Kementerian ESDM juga sempat mencatat hanya sekitar 5 persen yang memiliki nilai kalori di atas 6.000 kcal/GAR dari total cadangan batu bara nasional sebesar 31 miliar ton. Sehingga jika sektor industri bergantung kuat lini operasionalnya pada batu bara kalori tinggi, maka bakal mengancam kelangsungan bisnis. 

Baca Juga:
ESDM Terbitkan Aturan Baru, Blending Batu Bara Harus Dapat Persetujuan Bahlil

Bahlil mengakui bahwa persoalan ini tidak terlepas dari kecenderungan menyusutnya kualitas kandungan kalori pada hasil produksi batu bara domestik.

"Itu ada kendala memang sedikit terhadap batu bara yang medium kalori, yang 5.200. Kita kan tahu bahwa sekarang kan kalori batu bara kita ini kan semakin hari semakin rendah. Nah ini yang kita lagi cari solusinya, tapi secara yang lainnya enggak ada masalah," ujar Bahlil di Kompleks Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga:
Dinilai Terlalu Murah, Bahlil Buka Peluang Naikkan Harga Batu Bara DMO

Dari sisi regulasi niaga, harga jual komoditas batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri saat ini masih mengacu pada ketentuan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar USD70 per ton. 

Di sisi lain, para penambang harus menghadapi kenyataan berupa membengkaknya ongkos produksi di lapangan, yang tecermin dari tingginya rasio pengupasan tanah atau stripping ratio (SR) yang kini bertengger di rentang 8 persen hingga 12 persen. 

Baca Juga:
Bahlil: Kebijakan Relaksasi RKAB untuk Jaga Harga Jual Batu Bara Tetap Bagus

Kondisi beban operasional yang terlampau tinggi ini dinilai tidak lagi seimbang dengan ketentuan harga jual yang rendah untuk keberlanjutan roda bisnis pertambangan.

"Untuk medium ini kan SR-nya sudah di 8-12 persen, cost produksinya kan udah tinggi. Jadi kita juga harus bijaksana agar teman-teman pengusaha juga jangan juga dibeli dengan harga yang sangat murah. Kalau beli harganya rugi enggak mungkin juga. Karena pengusaha juga kan harus jaga agar mereka tidak rugi ucapnya," kata Bahlil.

Terkait dengan keluhan dari para pelaku usaha mengenai ketetapan harga batu bara acuan (HBA) yang dinilai belum pernah disesuaikan sejak 2019 di tengah tren lonjakan biaya produksi, Bahlil menyatakan pihaknya menaruh perhatian serius terhadap aspirasi tersebut.

"Betul, itu salah satu pertimbangan yang akan kita hitung," tuturnya.
 
Bahlil menjabarkan bahwa pemerintah tengah melakukan kajian komprehensif mengenai kalkulasi untung-rugi dari skema harga DMO saat ini. Tujuannya adalah merumuskan kebijakan yang adil agar PLN terhindar dari potensi kerugian, sementara para pelaku usaha pertambangan juga tetap bisa mempertahankan kelayakan bisnis mereka.

"Lagi kita menghitung plus minus agar PLN-nya juga tidak dirugikan dan pengusahanya juga tidak dirugikan," kata dia.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Respon Ruben Onsu Usai Dituding Iri dengan Sarwendah & Giorgio Antonio
• 18 jam lalucumicumi.com
thumb
DPRD Pasuruan Soroti Sisa Anggaran Mengendap, PKB Minta Strategi Jelas dari Pemkab
• 20 jam laluberitajatim.com
thumb
Wapres Gibran Minta Program Makan Bergizi Gratis Diprioritaskan di Wilayah 3T
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Cara Cek Status Iuran BPJS Kesehatan Lewat WhatsApp
• 3 jam laludetik.com
thumb
Jawab Waka BGN Arumsari soal Usulan Bentuk Dewan Pengawas: Selama Ini Belum, Masih Kosong
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.