Bisnis.com, JAKARTA — Pengembang perumahan subsidi PT Infiniti Triniti Jaya (Infiniti Land) menjalin kerja sama dengan Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB-UI) untuk mengembangkan riset dan inovasi di sektor perumahan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas hunian masyarakat sekaligus memperkuat pelaksanaan program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Infiniti Land dan SPPB-UI di Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).
Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak akan berkolaborasi dalam penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) yang berfokus pada peningkatan kualitas pembangunan hunian yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan.
Kolaborasi dilakukan melalui kajian akademik, pertukaran pengetahuan, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung inovasi di sektor perumahan.
Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI, Supriatna, mengatakan sinergi dengan Infiniti Land akan memperkuat keterkaitan antara kajian akademik dan praktik pembangunan di lapangan.
Menurutnya, hasil penelitian yang dihasilkan dari kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan rekomendasi dan model pembangunan yang mendukung keberlanjutan program pembangunan 3 juta rumah, khususnya dalam aspek kualitas bangunan dan lingkungan perumahan.
Baca Juga
- OPINI: Ketika Suku Bunga Mengerek Rupiah, Saatnya Rumah Tangga Berbenah
- Kejar Target 3 Juta Rumah, Pemerintah Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,19 Triliun
- Ganjalan Anggaran di Program 3 Juta Rumah
"Kerja sama ini bisa lebih luas lagi karena kami memiliki lembaga kajian yang komprehensif, tidak hanya tentang perumahan dan permukiman perkotaan, tetapi juga yang berkaitan dengan aspek ketahanan dan lainnya," ujarnya dalam keterangan resmi.
Dia menjelaskan berbagai riset yang dapat dikembangkan mencakup pemilihan lokasi hunian yang ideal, pengembangan infrastruktur kawasan, penggunaan material bangunan ramah lingkungan, tata ruang berbasis mitigasi bencana, hingga struktur bangunan tahan gempa. Selain itu, survei kepuasan masyarakat terhadap kualitas perumahan juga dapat menjadi bagian dari kajian.
Supriatna menilai kerja sama tersebut relevan mengingat Infiniti Land dikenal sebagai salah satu pengembang rumah subsidi yang aktif mengembangkan konsep hunian berkelanjutan.
Dia menyebut Perumahan Mulia Gading Kencana (MGK) Serang layak dijadikan proyek percontohan sekaligus lokasi penelitian bagi mahasiswa pascasarjana dan doktoral UI.
Direktur Utama Infiniti Land, Samuel S. Huang, mengatakan penandatanganan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya antara kalangan akademisi dan praktisi properti.
Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk menghasilkan pendekatan pembangunan perumahan yang berbasis data dan kebutuhan masyarakat, khususnya bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Akademisi dan praktisi dapat bersinergi untuk mendapatkan sudut pandang yang valid tentang bagaimana membangun rumah yang layak huni, terutama rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah," katanya.
Samuel berharap Perumahan MGK Serang yang telah memperoleh Sertifikasi Bangunan Gedung Hijau (BGH) Predikat Utama dapat menjadi salah satu lokasi penelitian terbaik bagi kalangan akademisi.
Dia menambahkan hasil riset yang nantinya dihasilkan UI diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembang rumah subsidi di Indonesia dalam membangun hunian yang layak dan berkelanjutan.
Menurut Samuel, kebutuhan perumahan nasional masih sangat besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), backlog atau kekurangan rumah masih mencapai sekitar 9,9 juta unit sehingga diperlukan inovasi berkelanjutan untuk mempercepat penyediaan hunian berkualitas bagi masyarakat.
Di tengah tantangan tersebut, Infiniti Land terus mengembangkan penggunaan material bangunan yang berkualitas dan ramah lingkungan pada proyek MGK Serang, meskipun harga jual rumah tetap mengikuti ketentuan pemerintah untuk segmen rumah subsidi.
"Kami membangun perumahan subsidi dengan memerhatikan seluruh aspek keberlanjutan, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Karena ini adalah rumah pertama bagi banyak konsumen, maka kami ingin memberikan kualitas terbaik dari sisi bangunan, infrastruktur, maupun fasilitas," ujar Samuel.





