MagnaMinds Himpun 109 Peserta, Isu Neurodiversitas dan Pendidikan Inklusif Jadi Sorotan

tabloidbintang.com
8 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Kesadaran terhadap pentingnya pendidikan inklusif dan neurodiversitas semakin menguat. 

Hal itu terlihat dari tingginya antusiasme peserta dalam workshop Neurodiversity as a Strength: Strengthening Collaboration in Inclusive Education yang diselenggarakan MagnaMinds di Manado, Sulawesi Utara.

Sebanyak 109 peserta dari 31 institusi hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari perwakilan Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, guru, psikolog, terapis, kepala sekolah, pengelola sekolah inklusi, mahasiswa, orang tua, hingga berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pendidikan inklusif.

Workshop dibuka oleh Wali Kota Manado, Andrei Angouw. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi aset utama sebuah bangsa.

"Kekayaan sebuah negara adalah sumber daya manusianya. Ini adalah pekerjaan rumah kita semua," ujar Andrei Angouw.

Kolaborasi untuk Masa Depan Anak

Workshop menghadirkan Anita Chandra, M.Psi., Psikolog, SAP, dari Agents of Behavior Change (ABC) dan Margaretha T. Kuera, M.Psi., Psikolog, yang membahas pentingnya pemahaman neurodiversitas dalam dunia pendidikan.

Menurut Anita Chandra, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan perkembangan dan gaya belajar anak membuat pendidikan inklusif harus dipersiapkan secara lebih serius.

"Ketika kita berbicara mengenai inklusivitas di masa depan, jumlah anak dengan kebutuhan khusus terus meningkat. Karena itu, inklusivitas tidak bisa diabaikan dan harus dipersiapkan dengan baik," jelas Anita.

"Kegiatan seperti ini membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang neurodiversitas dan bagaimana mendukung anak agar dapat berkembang secara optimal," lanjutnya.

Sementara itu, Margaretha T. Kuera, M.Psi., Psikolog, menekankan bahwa sistem pendidikan perlu mampu mengakomodasi kebutuhan setiap anak.

"Keberagaman adalah fakta, keadilan adalah pilihan, inklusi adalah aksi, dan hasilnya adalah perasaan diterima sebagai bagian dari masyarakat," kata Margaretha.

Dalam sesi diskusi, peserta juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, psikolog, terapis, dan tenaga kesehatan untuk memastikan anak mendapatkan dukungan yang konsisten. 

Selain itu, deteksi dan intervensi dini dinilai menjadi faktor penting agar anak dengan kebutuhan perkembangan khusus dapat berkembang sesuai potensinya.

MagnaMinds sendiri didirikan setahun lalu oleh Ryan Winston Angouw, remaja yang peduli terhadap isu neurodiversitas dan pendidikan inklusif.

Menurut Ryan, workshop ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis mengenai pendekatan inklusif, strategi komunikasi, serta adaptasi lingkungan bagi individu neurodivergen, termasuk mereka yang hidup dengan autisme, ADHD, maupun disleksia.

"Kami berharap setiap peserta pulang dengan pemahaman yang lebih jelas tentang bagaimana menerapkan inklusivitas di lingkungan masing-masing. Guru, terapis, psikolog, mahasiswa, dan orang tua memiliki peran penting dalam menciptakan ruang yang lebih ramah dan mendukung bagi individu neurodivergen," ujar Ryan.

Dalam kesempatan yang sama, MagnaMinds juga meluncurkan buku Panduan Praktis Neurodiversitas karya Ryan Winston Angouw yang dibagikan secara gratis kepada peserta. 

Melalui kegiatan ini, MagnaMinds berharap dapat terus memperkuat kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung keberagaman cara berpikir, belajar, serta berkembang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap di Kediamannya
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Deretan Model dan Varian Mobil yang Tak Lagi Dipasarkan di Indonesia
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Kunjungan Presiden Jerman ke RI, Prabowo Singgung Investasi Kendaraan Listrik
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
IKAPJ dan Polije Sinergi Perkuat Peluang Kerja
• 4 jam lalueranasional.com
thumb
Lumat Qatar 6 Gol Tanpa Balas, Kanada Puncaki Grup B
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.