Review MSCI Terbaru: Investor Global Ragu Harga Saham RI

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — MSCI menyoroti sejumlah masalah di pasar modal Indonesia yang dinilai dapat mengganggu proses pembentukan harga saham dan menyulitkan investor institusi global dalam berinvestasi di Tanah Air.

Dalam laporan Global Market Accessibility Review 2026, MSCI menurunkan penilaian (downgrade) Indonesia pada kriteria Information Flow atau arus informasi. Indonesia menjadi salah satu dari dua negara pasar berkembang (Emerging Markets) yang mengalami penurunan penilaian pada aspek tersebut, bersama Turki.

MSCI menilai ketidaktransparanan struktur kepemilikan saham serta indikasi perdagangan yang terkoordinasi telah menimbulkan kekhawatiran terhadap aksesibilitas pasar modal Indonesia bagi investor global.


Menurut MSCI, kondisi tersebut berpotensi mengganggu proses pembentukan harga saham yang wajar di pasar. Persoalan transparansi kepemilikan dan praktik perdagangan yang dinilai terkoordinasi juga membatasi kemampuan investor institusi internasional untuk menilai besaran free float yang sebenarnya.

Akibatnya, investor global dinilai semakin sulit menjadikan harga saham yang terbentuk di pasar sebagai acuan yang dapat diandalkan dalam menyusun portofolio maupun mereplikasi indeks.

MSCI juga menilai kondisi tersebut dapat mengurangi transparansi pasar dan menghambat mekanisme price discovery, yakni proses pembentukan harga yang mencerminkan kondisi fundamental secara wajar.

Baca: Jelang Pengumuman MSCI, Bos Bursa Kasih Pesan Ini Soal Transparansi

Atas dasar itu, MSCI menurunkan penilaian Indonesia pada kriteria Information Flow dari sebelumnya "+" menjadi "-". Penurunan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor internasional terhadap transparansi free float dan kualitas pembentukan harga saham di pasar Indonesia.

Dalam penjelasannya, MSCI menyebut kekhawatiran tersebut muncul akibat masih adanya ketidaktransparanan struktur kepemilikan saham serta indikasi coordinated trading behavior yang dinilai dapat mengganggu pembentukan harga yang semestinya terjadi di pasar.

Sebagai informasi, Market Accessibility Review merupakan kajian tahunan MSCI yang digunakan untuk menilai tingkat aksesibilitas suatu pasar modal bagi investor institusi global. Penilaian tersebut mencakup berbagai aspek mulai dari keterbukaan terhadap investor asing, kemudahan arus modal, efisiensi operasional pasar, ketersediaan instrumen investasi hingga stabilitas kerangka kelembagaan.

Laporan terbaru MSCI menunjukkan bahwa di kelompok Emerging Markets, permasalahan utama aksesibilitas pasar masih berkaitan dengan keterbukaan kepemilikan asing dan infrastruktur pasar.

Namun khusus Indonesia, sorotan tertuju pada kualitas arus informasi, transparansi kepemilikan saham, serta efektivitas pembentukan harga di pasar modal.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: IHSG Disebut Bisa Balik ke Level 9.000, Tapi Ada Syaratnya!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Demo Dukung MBG di Patung Kuda Selesai, Jalan Medan Merdeka Selatan Kembali Dibuka
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Bikin Gemas, Alia Bhatt Sebut Putrinya Suka Musik dan Menari
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
BGN Coret 76 Sekolah Mampu di Pulau Jawa dari Daftar Penerima MBG
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Kumpulkan 51Kg Sampah Organik di Invirotech 2026, Jadi Input untuk Program Lingkungan Grup MIND ID
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Diperiksa Jampidsus, Sony Sonjaya Beberkan Soal Proyek Fiktif Pengadaan CCTV dan Sidik Jari
• 13 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.