PT Pancasakti Putra Kencana tengah mempersiapkan untuk mencatatkan perdana sahamnya melalui initial public offering (IPO) pada 2029 mendatang. Dari aksi korporasi itu, perusahaan industri kimia ini mengincar dana mencapai sekitar Rp 1 triliun.
Chief Executive Officer (CEO) Pancasakti Putra Kencana, Suwandy Tasmadi, mengatakan dalam rencana IPO, valuasi perusahaan diperkirakan berada di kisaran Rp 10 triliun. Ia menyebut salah satu penggunaan dana IPO akan diarahkan untuk pembangunan fasilitas manufaktur kimia.
“Makanya kami bercita-cita suatu hari kami juga akan mengembangkan manufaktur untuk kimia di dalam negeri. Targetnya setelah kita IPO,” kata Suwandy kepada Katadata.co.id ketika ditemui di kantornya, Serpong, dikutip Jumat (19/6).
Saat ini, perseroan juga tengah dalam proses penjajakan dengan sejumlah sekuritas. Meski begitu ia belum memperkirakan berapa jumlah saham yang akan dilepas dalam IPO. Namun perusahaan telah menyiapkan dokumen persyaratan IPO itu dari sekarang.
“Kami sekarang sedang menyiapkan sebuah perjalanan yang lebih tinggi yaitu menjadi perusahaan publik atau perusahaan terbuka,” ucapnya.
Terkait alasan target IPO tiga tahun lagi, Suwandy mengatakan pertimbangannya pada kesiapan perusahaan. Menurutnya, perusahaan ingin memastikan seluruh aspek kepatuhan atau compliance terpenuhi sehingga saat IPO dapat lebih siap.
Ia menjelaskan waktu yang ada juga digunakan untuk membiasakan budaya perusahaan terbuka di internal, termasuk dalam hal pelaporan yang teratur dan tepat waktu. Menurutnya, proses tersebut tidak mudah karena membutuhkan perbaikan sistem, pencatatan data yang baik, serta pengelolaan dokumentasi yang rapi.
Suwandy juga menegaskan perusahaan tidak terburu-buru menuju IPO demi menghasilkan proses yang optimal.
“Kemudian juga, Good Corporate Government (GCG) jadi kami juga harus punya practice yang bagus,” katanya.
Tak hanya itu, Suwandy mengatakan perusahaan yang punya fundamental bagus harus punya perencanaan yang jelas dan jangka panjang, termasuk soal IPO. Menurut dia, rencana IPO tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba atau hanya dalam waktu singkat.
Suwandy juga mengatakan perusahaan juga mulai memperkenalkan Pancasakti Group ke publik. Tujuannya supaya saat nanti IPO, masyarakat sudah kenal siapa perusahaan, apa bisnisnya, kontribusinya, dan rencana ke depan.
“Jadi yang tadi saya bilang, menyiapkan fundamental itu, salah satunya persiapan dokumen, kemudian pembenahan internal, pelaporan pajak, kemudian juga konsolidasi antar-grup, kemudian juga legal, dan sebagainya,” kata Suwandy.
Gelar Pancasakti Run 2026Dalam proses menuju IPO tersebut, Pancasakti tengah menggencarkan road to IPO, salah satunya melalui kegiatan Pancasakti Run 2026 yang dikemas dalam bentuk acara lari. Ia menyebut kegiatan ini dipilih karena event lari saat ini tengah menjadi tren dan banyak diminati masyarakat.
Suwandy mengatakan melalui kegiatan tersebut, perusahaan ingin lebih mengenalkan Pancasakti Group kepada publik sebagai bagian dari persiapan menuju IPO.
“Nah kami melihat ini adalah kesempatan yang baik untuk memperkenalkan perusahaan kami melalui event lari,” ucap Suwandy.
Suwandy mengatakan tema kegiatan Pancasakti Run setiap tahun akan terus berganti, namun khusus tahun ini mengusung konsep journey to going public sebagai penanda awal perjalanan perusahaan menuju IPO pada 2029.
Ia menjelaskan, pada 2025 acara tersebut berhasil menarik sekitar 3.000 peserta. Tahun ini, perusahaan menargetkan jumlah peserta dapat meningkat menjadi 5.000 orang.
Suwandy juga mengatakan rute Pancasakti Run 2026 resmi mendapatkan sertifikasi dari World Athletics Course Measurers yang bekerja sama dengan AIMS (Association of International Marathons and Distance Races). Sertifikasi ini memastikan seluruh rute telah diukur sesuai standar internasional.
Menurut dia, hal ini menjadi salah satu keunggulan karena Pancasakti Run disebut sebagai satu-satunya event lari di kawasan BSD Serpong yang sudah memiliki sertifikasi rute tersebut.
Ia juga mengaku target berikutnya adalah memperoleh label resmi pada tahun depan, yang mensyaratkan adanya sertifikasi rute dari lembaga internasional.




