Harga Minyak Menguat, Pasar Cermati Perkembangan di Selat Hormuz

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak mentah Brent ditutup menguat pada Kamis (18/6) usai Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance memperingatkan Israel agar tidak melanjutkan serangan terhadap kelompok Hezbollah yang didukung Iran di Lebanon. Pernyataan tersebut memunculkan keraguan, meski AS dan Iran telah menyepakati gencatan senjata.

“Pernyataan wakil presiden mengenai Israel mungkin telah membuat situasi kembali tegang. Saya pikir gangguan sekecil apa pun akan langsung tercermin di pasar,” kata mitra di Again Capital, John Kilduff.

Dikutip dari Reuters, Jumat (19/6), kontrak berjangka minyak Brent ditutup naik 30 sen atau 0,38 persen ke level USD 79,85 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 19 sen atau 0,25 persen menjadi USD 76,60 per barel.

Sebelum komentar Vance muncul, Brent sempat menyentuh level terendah sejak 27 Februari, yang merupakan hari perdagangan terakhir sebelum serangan awal AS dan Israel terhadap Iran. WTI juga sempat berada di level terendah sejak 4 Maret.

Pada akhirnya, perhatian pasar minyak akan tertuju pada perkembangan di Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia sebelum perang dimulai.

“Pemulihan penuh arus minyak melalui selat tersebut sudah diperhitungkan pasar. Apa pun yang kurang dari itu akan menjadi masalah,” ujar Kilduff.

Nota kesepahaman berisi 14 poin antara AS dan Iran telah menetapkan masa negosiasi selama 60 hari, di mana Iran akan mengizinkan kapal melintas di Selat Hormuz tanpa dikenakan biaya. Kesepakatan itu juga menargetkan lalu lintas di selat tersebut kembali beroperasi penuh dalam waktu 30 hari.

Perjanjian tersebut pun mengikat sekutu kedua negara di Timur Tengah dan secara khusus berlaku untuk Lebanon, tempat Israel selama ini melakukan operasi udara dan darat terhadap Hezbollah.

Kesepakatan awal itu menunda pembahasan sejumlah isu yang lebih rumit, termasuk program nuklir Iran, serta mewajibkan AS dan para mitranya menyusun rencana pendanaan senilai USD 300 miliar untuk mendukung pemulihan Iran.

Para analis memperkirakan pemulihan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz akan berlangsung secara bertahap. Di sisi lain, pelaku industri memperingatkan harga minyak kemungkinan tidak akan turun tajam karena permintaan mulai pulih dan persediaan minyak perlu diisi kembali.

Goldman Sachs memperkirakan ekspor minyak dari kawasan Teluk akan kembali ke level sebelum perang pada akhir Juli, sementara produksi minyak diproyeksikan pulih sepenuhnya pada Oktober.

Bank investasi tersebut juga memperkirakan normalisasi ekspor ke tingkat sebelum perang dapat dicapai dengan peningkatan arus minyak melalui Selat Hormuz sebesar 13 juta barel per hari dibandingkan level saat ini, atau sekitar 70 persen dari volume sebelum perang.

Sementara itu, BNP Paribas belum memperkirakan harga minyak akan kembali ke level sebelum perang. Dalam catatannya, bank tersebut menilai harga USD 75 per barel akan menjadi “batas bawah yang bertahan dalam jangka waktu yang dapat diperkirakan”, mengingat masih adanya gangguan pasokan dan tingginya permintaan.

Adapun sebelum perang pecah, harga Brent bergerak di kisaran USD 60 hingga USD 70 per barel selama dua bulan pertama tahun ini.

Di sisi lain, konsumsi minyak China sebagai konsumen minyak terbesar kedua di dunia, diperkirakan mencapai 753 juta metrik ton pada 2026 atau turun 4,9 persen dibandingkan 2025. Penurunan ini dipicu oleh peralihan ke energi baru dan tingginya harga minyak, menurut laporan unit riset PetroChina.

Sementara itu, drone Ukraina kembali menyerang kilang minyak di ibu kota Rusia untuk kedua kalinya dalam pekan ini. Ukraina menyebut serangan tersebut sebagai bukti meningkatnya kemampuan militernya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Vino G. Bastian Adu Akting dengan Aktor Berkebutuhan Khusus, Tegaskan Bukan Jadi Objek Komersil
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Promo Kamar Mewah Trans Luxury Hotel Surabaya Berlaku Hingga 19 Juni
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sony Sonjaya Sebut Ada Pengadaan Fiktif CCTV-Sidik Jari Rp 300 M di BGN
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
6 Gebrakan Nanik S Deyang Usai Dilantik Jadi Kepala BGN
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang lima abad Jakarta, legislator minta warga jaga fasilitas umum
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.