Periode Negosiasi 60 Hari Antara AS dan Iran Dimulai Hari Ini

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa periode negosiasi 60 hari antara Teheran dan Washington telah dimulai hari ini

Periode Negosiasi 60 Hari Antara AS dan Iran Dimulai Hari Ini (FOTO:Dok BBC)

IDXChannel - Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa periode negosiasi 60 hari antara Teheran dan Washington telah dimulai hari ini dan blokade pelabuhan Iran telah dicabut.

Dilansir dari laman AlJazeera Jumat (19/6/2026), JD Vance telah membela nota kesepahaman untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran. Dia juga menanggapi kritik terhadap kesepakatan tersebut dari anggota Partai Demokrat dan Republik.

Baca Juga:
Gibran Tegaskan Masa Liburan Sekolah Bakal Dimanfaatkan untuk Evaluasi Program MBG

Namun, dalam sebuah wawancara dengan The New York Times, sehari setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Pezeshkian menandatangani MoU tersebut, Vance menyampaikan kritik paling kerasnya kepada Israel, di mana para pemimpinnya terus mendorong Washington untuk melanjutkan perang.

Vance menyinggung kritik terhadap kesepakatan tersebut dari para pejabat Israel, termasuk menteri sayap kanan Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir. “Dan saya kira tanggapan saya kepada mereka adalah: Apa proposal Anda yang sebenarnya? Anda adalah negara dengan sembilan juta penduduk. Anda tidak bisa hanya membunuh untuk menyelesaikan setiap masalah keamanan nasional yang Anda miliki,” katanya.

Baca Juga:
Intip Daftar 14 Poin Perjanjian Kesepakatan Damai AS-Iran

Ia menyerukan Israel agar membiarkan negosiasi berjalan dan memberikan sedikit penghargaan kepada Amerika Serikat, yang menurutnya telah menjadi mitra yang luar biasa bagi pemerintah Israel untuk waktu yang lama

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah menandatangani nota kesepahaman secara elektronik untuk mengakhiri perang.

Baca Juga:
AS Cabut Blokade Angkatan Laut terhadap Iran

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan dia memiliki pendapat yang berbeda tentang perjanjian AS-Iran. "Tetapi karena komitmen yang diberikan oleh Presiden terhormat atas nama saya sendiri dan anggota lainnya dalam melindungi hak-hak bangsa Iran dan front perlawanan, dan secara eksplisit menerima tanggung jawab untuk itu, saya memberikan izin," tuturnya.

Kepala Hizbullah Naim Qassem memuji perjanjian itu sebagai kemenangan besar dan mengatakan negosiasi Lebanon dengan Israel harus dibatasi pada "keamanan bersama" dan bukan pelucutan senjata kelompok bersenjata tersebut.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Menguat usai AS-Iran Tandatangani Kesepakatan Damai

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengapa Pen-Test Tahunan Sudah Tidak Lagi Cukup di Tengah Lanskap Ancaman Siber yang Terus Berubah, ITSEC Asia (IDX:CYBR) Perkenalkan Bronyx.AI
• 22 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Wingstop Indonesia Tandai Perjalanan 12 Tahun dengan Berbagai Aktivitas Interaktif
• 20 menit laluherstory.co.id
thumb
Presiden Lula Peringatkan Trump Agar Tak Intervensi Pemilu Brasil
• 30 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Gibran Datangi Sekolah yang Akan Digusur untuk Kopdes Merah Putih, Ternyata Belum dapat MBG
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tak Cukup Kuasai AI, Kemampuan Problem Solving Dinilai Tetap Tak Tergantikan
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.