JAKARTA, KOMPAS.com - Dua remaja berinisial KK (17) dan R (17) yang membacok pelajar berinisial A hingga tewas di kawasan Stasiun Grogol, Jakarta Barat ditangkap polisi.
Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan mengungkapkan, kedua pelaku berstatus anak di bawah umur.
"Jadi kita amankan inisialnya KK, usia 17 tahun. Terus dari pengembangan kita amankan lagi R. R ini cuma sebagai joki sebenarnya karena dia disuruh-suruh doang katanya, disuruh samperin, usia 17 tahun juga, jadi keduanya statusnya anak," ungkap Alexander saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Jumat (19/6/2026).
Baca juga: Bukan Begal, Pelajar Dibacok di Grogol Korban Penyerangan Sesama Pelajar
Alexander menyebut keduanya merupakan anak yang putus sekolah dan tidak melanjutkan pendidikan.
Namun, kelompok pelaku dan korban dulunya sempat terlibat permusuhan di media sosial karena aksi saling ejek.
Alhasil, pelaku mengincar anak-anak pelajar dari sekolah korban untuk diserang sebagai bentuk pelampiasan dendam.
"Dulu mereka sering sahut-sahutan antar sekolah di sosial media. Ejek-ejekan. Walaupun tidak kenal, jadi yang ditarget sama dia adalah sekolahnya. Tahu si korban ini anak dari sekolah musuhnya ini, langsung menyerang," jelas Alex.
"Jadi memang cuma kebetulan ketemu di jalan, terus lihat anak sekolah itu yang biasa dulu dia ejek-ejekan di sosial media," sambungnya.
Korban Meninggal DuniaSetelah pembacokan yang terjadi di dekat Stasiun Grogol, korban A langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Waras.
Namun, kondisi A terus memburuk hingga akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada tanggal 27 Mei 2026.
"Iya, jadi satu minggu dia dirawat di rumah sakit, diizinkan berobat jalan oleh dokter, kemudian satu minggu kemudian kondisinya drop. Dirawat lagi satu minggu sampai dinyatakan dokter meninggal dunia," ucap Alex.
Menurut Alex, pada awal kejadian tersebut viral, sempat ada dugaan bahwa korban terkena aksi pembegalan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Roy Suryo Ditangkap Terkait Kasus Ijazah Jokowi
Ia pun menegaskan bahwa korban merupakan imbas dari permusuhan antar-kelompok yang dilandasi dendam.
Alex menjelaskan, bahwa pada malam kejadian, korban dijemput oleh temannya berinisial J untuk sekadar nongkrong di warung kopi.
Namun di perjalanan, mereka justru berpapasan dengan kelompok pelaku dan berujung diserang menggunakan senjata tajam.





