China minta NATO evaluasi perannya di perdamaian dan stabilitas dunia

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Istanbul (ANTARA) - China mendesak Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk mengevaluasi secara serius terkait perannya dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Lin Jian di Beijing, Kamis (18/6).

Lin Jian mengatakan hal itu setelah Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte mengatakan aliansi tersebut memantau dengan cermat dukungan Beijing terhadap Rusia dalam perang dengan Ukraina.

"NATO perlu mengatasi persepsi yang salah tentang China dan berhenti memicu konfrontasi dan mengalihkan kesalahan," kata Lin Jian dalam sebuah konferensi pers.

Menanggapi pernyataan Rutte, Lin mengatakan NATO harus mempertimbangkan kembali perannya dalam lingkungan internasional saat ini.

"Sebagai peninggalan dari Perang Dingin, NATO perlu merenungkan secara serius peran apa yang telah dimainkannya dan dampaknya terhadap perdamaian dan stabilitas di dunia saat ini," kata Lin.

Baca juga: Menhan AS dorong NATO kembali jadi aliansi militer yang kuat

Sebelumnya, Rutte mengatakan kepada wartawan pada Rabu (17/6) bahwa NATO terus berusaha memantau dengan cermat apa yang dilakukan China terkait laporan bahwa Beihing sedang melatih Rusia.

"Mengenai China, yang kami ketahui, tentu saja adalah upaya pengelakan sanksi, barang-barang ganda, dan sebagainya. Kami tidak naif. Kami mengikuti semuanya dengan cermat," kata Rutte.

Lin pun mengatakan China telah mempertahankan posisi dengan objektif dan adil, serta secara konsisten melakukan upaya aktif untuk mengakhiri permusuhan dan mempromosikan pembicaraan perdamaian terkait perang Ukraina.

"Beijing tidak memberikan senjata mematikan kepada pihak mana pun yang berkonflik dan telah memberlakukan kontrol ketat atas barang-barang dwiguna," ujar Lin.

Baca juga: NATO pantau perkembangan setelah Eropa dan Rusia berkomunikasi lagi

Para kepala keamanan BRICS akan bertemu di India

Secara terpisah, pertemuan ke-16 antara para penasihat keamanan nasional BRICS dan perwakilan tinggi untuk keamanan nasional akan diadakan pada 22-23 Juni di New Delhi, India.

Menlu China Wang Yi dijadwalkan menghadiri pertemuan tersebut.

Selama pertemuan tersebut, China akan membahas situasi keamanan internasional, isu-isu utama regional dan global, serta tanggapan terhadap tantangan keamanan konvensional dan non-konvensional dengan anggota lain BRICS.

Kemlu China menyatakan negara-negara anggota BRICS berkomitmen untuk menjaga perdamaian dunia, mempromosikan pembangunan bersama, mempraktikkan multilateralisme, dan memungkinkan tata kelola global yang lebih adil dan merata di tengah lingkungan internasional yang semakin bergejolak.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Menlu Turkiye: Keputusan penting KTT NATO perlu partisipasi Trump


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Lula Peringatkan Trump Agar Tak Intervensi Pemilu Brasil
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mendagri Sebut Pembangunan Huntara Pascabencana Sumatera Capai 97 Persen
• 23 jam lalumatamata.com
thumb
Lewis Hamilton Menangkan F1 GP Catalunya 2026, Lando Norris Waspadai Kebangkitan Ferrari di Musim Ini
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Rosan: Prabowo Kumpulkan Direksi dan Komisaris Bank Himbara
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cara Reservasi Tiket Gratis Masuk Ancol HUT Jakarta 2026, Catat Syarat dan Jadwalnya
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.