Glory Harimas Sihombing menjadi tersangka keenam dalam kasus dugaan korupsi program makan bergizi gratis (MBG). Sebenarnya, siapa Glory Harimas hingga diduga bisa menjual titik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG)?
Dirangkum detikcom, Jumat (19/6/2026), Glory disebut oleh Kejagung sebagai Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR). Dilihat dari situsnya, IFSR menyatakan diri sebagai 'think-tank strategis yang berkomitmen memperkuat ketahanan pangan Indonesia melalui riset berbasis bukti, advokasi kebijakan, dan implementasi program'.
IFSR menyatakan dirinya sebagai mitra resmi UN World Food Programme dalam mendukung program MBG. IFSR juga menyatakan pihaknya merupakan anggota resmi School Meals Coalition.
Kembali soal Glory, namanya bukan baru kali ini muncul terkait MBG. Pada Mei 2025, Glory bersama IFSR meluncurkan buku berjudul 'Strategi IFSR dalam Akselerasi Implementasi 32.000 SPPG & 82 Juta Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG)'.
Peluncuran buku itu dilakukan di Jakarta pada 9 Mei 2025 dan dihadiri Glory selaku Direktur Eksekutif IFSR bersama rekan-rekannya. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) saat itu, Dadan Hindayana, juga hadir dalam acara tersebut.
Dadan saat itu memuji IFSR yang disebutnya konsisten mendukung MBG. Glory dan rekan-rekannya juga menyerahkan buku itu langsung kepada Dadan.
Pada Oktober 2025, Glory meluncurkan situs review MBG. Saat itu, Glory menyebut situs tersebut dibuat untuk memberi feedback terkait menu MBG yang disajikan. Dia saat itu mengaku sedih karena banyak relawan SPPG yang bekerja, namun yang disorot adalah masalah keracunan.
(haf/imk)





