BANDUNG, iNews.id - Seorang perempuan muda berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan berat oleh kekasihnya selama kurang lebih 3 tahun. Korban kini mengalami kondisi kritis dengan luka parah di sekujur tubuh hingga mengalami kebutaan permanen pada kedua mata.
Kasus ini mulai terungkap setelah keluarga korban mendapat informasi dari orang tak dikenal yang menyebut YTR berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat kecelakaan. Namun, fakta yang ditemukan justru berbeda jauh dari kabar awal tersebut.
Keluarga kemudian melacak keberadaan korban hingga ditemukan di sebuah kontrakan di kawasan Cinunuk, Kabupaten Bandung, pada Rabu (10/6/2026). Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi mengenaskan dengan luka berat di berbagai bagian tubuh.
Adik korban, Syahrul Ulum, mengatakan pihak keluarga awalnya mengira kakaknya masih bekerja di Jakarta setelah terakhir kali hilang kontak sejak 2023.
Baca Juga:Purnomo Yusgiantoro Resmi Dilantik Jadi Ketum IKAL Lemhannas RI“Kami kaget waktu dengar kakak jadi korban penganiayaan. Kami tahu kakak kerja di Jakarta selama ini, ternyata sudah lama tidak kerja dan tinggal di Bandung,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Berdasarkan keterangan keluarga, kisah kelam ini bermula saat korban menjalin hubungan dengan pria berinisial TH (30) yang dikenalnya sejak sebuah acara konser di Bandung. Sejak saat itu, korban tidak lagi dapat dihubungi oleh keluarga.
“Kenal pelaku di acara konser lalu menjalani hubungan kurang lebih dari 2023,” kata Syahrul.
Selama hilang kontak, keluarga sempat melakukan pencarian hingga menyebarkan informasi melalui media sosial, namun tidak membuahkan hasil.
Saat dibawa ke RSHS Bandung, kondisi korban sangat memprihatinkan. Luka ditemukan di wajah, kepala, kaki, hingga bagian tubuh lainnya. Infeksi parah juga membuat kondisi korban semakin memburuk.
“Waktu di rumah sakit kondisi wajah kakak saya sudah hancur. Mata sebelah kanan sudah infeksi, sebelah kiri mengecil, sudah gak bisa lihat. Di bagian atas bibir sudah gak ada. Kaki sebelah kiri bekas dibacok,” ucap Syahrul.
Baca Juga:Banjir Terjang Sejumlah Daerah di Indonesia, Ribuan Warga TerdampakKeluarga juga menyebut korban mengalami penganiayaan berulang, mulai dari dipukul menggunakan helm, disayat benda tajam, hingga luka bekas sundutan rokok. Akibat kondisi tersebut, kedua mata korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan mengalami kebutaan permanen.
Kasus dugaan penculikan dan penganiayaan ini telah dilaporkan ke Polda Jawa Barat. Saat ini, polisi masih mendalami dan mengejar terduga pelaku berinisial TH.
Penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya unsur penyekapan serta pola kekerasan yang diduga berlangsung selama bertahun-tahun sejak 2023 hingga korban ditemukan pada 2026.
#jabar



