TANGERANG, KOMPAS.com – Sesosok jenazah pria ditemukan warga di kawasan Taman Pramuka, Jalan Daan Mogot, Kelurahan Suka Asih, Kota Tangerang, Rabu (17/6/2026) sore.
Penemuan ini menghebohkan warga sekitar lantaran kondisi jasad ditemukan dengan bagian leher terlilit kawat.
Mumun (46), salah seorang saksi mata yang biasa mengamen di sekitar lokasi, menceritakan bahwa keberadaan jasad tersebut awalnya diketahui dari aroma tidak sedap yang menyengat sejak Rabu pagi.
"Anak saya (Alif, 11 tahun) lari-lari, dia lihat ada jenazah orang di situ. Pas dilihat memang ada kabel kawat kecil yang lentur dililitin di lehernya," ujar Mumun saat ditemui Kompas.com di lokasi kejadian, Jumat (19/6/2026).
Mumun menambahkan, saat ditemukan kondisi mayat sudah membengkak.
Pria tersebut diperkirakan berusia 60 hingga 65 tahun.
Baca juga: Jenazah Ryamizard Ryacudu Diberangkatkan Menuju TMP Kalibata
"Wajahnya sudah bengkak. Pakai sweater putih, celana levis. Sepertinya bukan orang sini karena tidak ada yang kenal," tambahnya.
Saksi lainnya, Opong (47), menyebutkan bahwa informasi penemuan jasad ini bermula dari kecurigaan seorang petugas penyapu jalan yang mencium bau menyengat sejak pagi hari.
Namun keberadaan jasad baru dipastikan pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB.
Baca juga: Momen Prabowo Berdoa di Depan Peti Jenazah Ryamizard Ryacudu
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, mengonfirmasi pihaknya menerima laporan kedaruratan dari kepolisian pada pukul 17.24 WIB.
Sebanyak lima personel dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
"Terima laporan dari petugas kepolisian bahwa telah ditemukan mayat di sekitar Taman Pramuka Tangerang. Personel mako melakukan evakuasi jenazah dibantu unsur terkait," kata Mahdiar dalam keterangan tertulisnya.
Setelah berhasil dievakuasi pada pukul 17.27 WIB, jenazah langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang oleh pihak kepolisian untuk proses penyelidikan dan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang