JAKARTA, DISWAY.ID -- Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Juni 2026.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa agenda bertajuk Tritura atau Tiga Tuntutan Rakyat yang berisi sejumlah tuntutan terkait kondisi ekonomi, politik, dan demokrasi di Indonesia.
Perwakilan mahasiswa sekaligus Menteri Luar Negeri Kepresma Trisakti, Arief Rizquna mengatakan keputusan itu telah sesuai dengan hasil konsolidasi yang dilaksanakan dua hari lalu.
BACA JUGA:Cak Imin Minta Rehab-Rekon Dipercepat, Pemulihan Ekonomi Warga Jadi Prioritas
"Mahasiswa yang akan hadir, khususnya hari ini, mulai dari titik Trisakti sampai ke sana nanti, yang berkonsolidasi dengan kita kurang lebih ada sekitar 600 sampai 700 massa," ujarnya, Jumat, 19 Juni 2026.
Arief pun menjelaskan tritura yang akan disuarakan oleh mahasiswa. Pertama, mendesak pemerintah agar segera memulihkan ekonomi dan politik secara nasional.
Kedua, berantas inkompetensi dari pejabat negara yang hari ini marak terjadi. Kemudian, ketiga mengembalikan supremasi sipil.
"Tuntutan yang kita bawa, kita sebut sebagai Tritura atau Tiga Tuntutan Rakyat. Kenapa kita mengklasifikasikan sebagai tiga tuntutan? Karena menurut kami, kalau kita mengklasifikasikan sebuah permasalahan di negara ini, mungkin satu, dua, atau tiga buku pun tidak cukup untuk mengklasifikasikan masalah," jelasnya.
BACA JUGA:Kuasa Hukum Ungkap Kronologi Roy Suryo Ditangkap di Rumahnya
Dari tiga tuntutan itu, kata Arief, pihaknya mempunyai banyak turunan.
Mulai dari ingin menurunkan BBM, bahan pokok, sampai ingin membuat bahwa kebebasan masyarakat sipil hari ini itu harus benar-benar ada.
Mahasiswa direncanakan mulai bergerak ke titik aksi sekitar pukul 14.00 WIB.
Dalam aksi ini, turut tergabung berbagai mahasiswa dari universitas di Jakarta Barat lainnya.
Salah satunya, Universitas Esa Unggul.





