Kunjungi SRT Tasik, MenPPPA: Pendidikan berkualitas hak setiap anak

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengatakan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat merupakan solusi nyata untuk memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan layak.

"Ini merupakan bentuk tanggung jawab kita bersama untuk masa depan anak-anak Indonesia. Pemimpin bangsa di masa depan sangat tergantung pada bagaimana kita memperlakukan dan memenuhi hak-hak mereka hari ini. Jika pemenuhan gizi tidak terpenuhi, mereka tidak akan mampu bersaing. Begitu pula jika kesehatan dan pendidikannya tidak diperhatikan, bagaimana mungkin mereka bisa berprestasi dan belajar dengan tenang?" kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Hal itu dikatakannya saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 41 Tasikmalaya, Jawa Barat.

Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis pemerintah untuk menciptakan generasi emas yang unggul dan berkualitas.

Baca juga: Banyuwangi paparkan progres pembangunan Sekolah Rakyat ke Kemensos

Dalam kesempatan itu, pihaknya berdialog langsung dan memberikan semangat kepada para siswa siswi agar mereka tetap optimistis dalam menuntut ilmu.

"Kalian memiliki kesempatan yang luar biasa untuk tumbuh menjadi individu yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Manfaatkan fasilitas pembelajaran ini dengan sebaik-baiknya," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Sementara Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Tasikmalaya, Dika Restu Rohmana, menyampaikan apresiasi atas program Sekolah Rakyat tersebut.

Menurutnya, Sekolah Rakyat memberikan dampak positif yang sangat signifikan, khususnya bagi anak-anak yang berada pada kelompok desil 1 dan 2, serta anak-anak yang rentan mengalami putus sekolah.

"Sekolah Rakyat ini hadir untuk merangkul dan memuliakan anak-anak dari desil 1 dan 2. Mulai dari mereka yang kondisi huniannya belum layak, anak dengan orang tua yang berpisah, hingga anak-anak yang menjadi korban perundungan. Di sini, seluruh siswa disetarakan untuk cerdas bersama. Melalui program ini, mereka yang tadinya kesulitan mengakses pendidikan kini bisa kembali merajut cita-cita, sejalan dengan amanat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945," tutur Dika Restu Rohmana.

Baca juga: Kemarin, MBG disetop selama libur hingga anggaran pemulihan bencana


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelaku Jambret ASN di Kusuma Bangsa Surabaya Ditangkap Polisi, Sempat Nyabu Bareng Istri
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dasco Bertemu Bos OJK-BEI, Bahas Pembenahan Tata Kelola Bursa
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Cara Sarwendah Minta Maaf Disorot Psikolog, Cuma Strategi Biar Tidak Dihujat Netizen Lagi?
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Kondisi Roy Suryo dan dr Tifa Sebelum Ditangkap Polisi
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Cara Reservasi Tiket Gratis Masuk Ancol HUT Jakarta 2026, Catat Syarat dan Jadwalnya
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.