JAKARTA, KOMPAS.com - Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati setelah melalui negosiasi panjang antara kuasa hukum dan penyidik, Jumat (19/6/2026) sore.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Roy terlihat keluar dari Gedung Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya pukul 16.57 WIB.
Di depan pintu gedung, polisi membentuk barikade untuk mencegah pendukung atau simpatisan mendekati Roy.
Baca juga: Tolak Pemeriksaan di RS, Kuasa Hukum Larang Media Dokumentasikan Roy Suryo Berbaju Tahanan
Kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun, keluar lebih dulu. Tak lama kemudian, Roy menyusul dengan pengawalan sejumlah penyidik.
Roy tampak mengenakan kaus jersey biru-putih yang dipadukan dengan celana pendek. Sebagian wajahnya tertutup masker medis, sementara rompi tahanan berwarna oranye disampirkan di tangannya.
Tanpa memberikan keterangan kepada awak media, Roy langsung menaiki ambulans melalui pintu belakang.
Kehadirannya disambut teriakan para simpatisan. Mereka melantunkan shalawat, menyanyikan lagu Indonesia Pusaka, serta meneriakkan tuntutan agar Roy dibebaskan.
“Bebaskan Roy!” teriak mereka.
Setelah pintu ambulans ditutup, sejumlah simpatisan masih tampak mengejar kendaraan tersebut. Mereka memukul jendela ambulans sambil meneriakkan protes sehingga sempat menghambat laju kendaraan.
Sekitar 10 menit kemudian, tersangka lainnya, Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa, juga digiring menuju ambulans.
Baca juga: Lalu Lintas Jakarta Jumat Sore: Jalan Gatsu Arah Slipi Ditutup, Sejumlah Titik Macet
Berbeda dengan Roy, Tifa mengenakan rompi tahanan oranye yang tertutup kerudung berukuran lebar.
Sebelumnya, Refly Harun memprotes keputusan penyidik membawa Roy dan Tifa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Ia menilai keduanya dalam kondisi sehat, sehingga pemeriksaan bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya pun cukup.
Refly juga menduga keputusan membawa kedua kliennya ke rumah sakit bertujuan untuk mempertontonkan mereka kepada publik dengan mengenakan rompi tahanan.
“Kami protes, ini adalah cara-cara untuk memamerkan beliau berdua dengan rompi orange-nya, seperti ada glorifikasi,” kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




