JAKARTA, DISWAY.ID - Aksi demonstrasi oleh sejumlah mahasiswa dan di Gedung DPR, Jakarta Pusat, sempat dikhawatirkan membuat jadwal KRL terganggu.
KAI Commuter memastikan bahwa operasional perjalanan Commuter Line saat ini masih akan berjalan dengan normal, termasuk untuk rute Rangkasbitung - Tanah Abang.
BACA JUGA:Alasan Mahasiswa Pilih DPR Jadi Lokasi Demo: Pengawasan Legislatif Lemah!
Berdasarkan hasil pantauan Disway pada Jumat (19/06), kegiatan operasional KAI Commuter Line Rangkasbitung -Tanah Abang masih terus beroperasi dengan normal.
Menurut Manager Public Relation, Leza Arlan, KAI Commuter Line Rangkasbitung - Tanah Abang dipastikan akan tetap beroperasi kecuali jika terjadi perubahan pada kondisi di lapangan.
"Kereta masih akan tetap beroperasi, kecuali kalau terjadi kericuhan. Untuk perjalanan normal 1.065 perjalanan" jelas Leza kepada Disway, pada Jumat, 19 Juni 2026.
Hal ini sendiri pun turut dikonfirmasi oleh VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda. Dalam penuturannya, dirinya menyatakan bahwa tidak ada penutupan jalur ataupun stasiun seperti Kereta Api Jarak Jauh.
BACA JUGA:Ramai Boikot UI dan UGM karena Aksi BEM Mahasiswa, Ranking QS WUR Justru Melesat 200 Dunia
"Tidak ada penutupan jalur. Operasional Commuter Line masih berjalan normal," ucap Karina.
Selain itu, Karina juga menambahkan bahwa pihak manajemen KAI Commuter juga akan turut menyesuaikan operasional Kereta dengan demo mahasiswa.
Dalam hal ini, jumlah petugas pengamanan yang disiagakan di stasiun-stasiun tersebut sebanyak 72 personel, yang terdiri dari 22 personel di Stasiun Palmerah, 23 personel di Stasiun Sudirman, dan 27 personel di Stasiun Juanda.
"KAI Commuter siap melakukan rekayasa pola operasi secara situasional mengikuti kondisi di lapangan," ucap Karina.
BACA JUGA:Ini Tampang Roy Suryo dan Dokter Tifa saat Keluar Tahanan Menuju RS Polri
Di sisi lain, pengguna jalan yang melintas di area kawasan Jakarta Pusat pun juga diminta untuk menghindari di sekitar lokasi unjuk rasa.
Lima titik tersebut sendiri diantaranya adalah kawasan Monas, DPR/MPR, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Tugu Tani, hingga Kementerian Keuangan (Kemenkeu).





