JAKARTA, KOMPAS.com - Selain dipadati ribuan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026), kawasan tersebut juga diramaikan oleh kehadiran pedagang kaki lima yang mencari rezeki di tengah kerumunan massa.
Di sepanjang Jalan Gatot Subroto, yang menjadi titik berlangsungnya aksi, para pedagang terlihat menjajakan berbagai dagangan, mulai dari air mineral, minuman ringan, hingga makanan siap saji seperti siomay dan bakso.
Salah satunya Ade (43), pedagang minuman yang mengaku sengaja datang ke lokasi setelah mengetahui adanya aksi demonstrasi mahasiswa di DPR RI.
Baca juga: Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di DPR Hari Ini: dari BBM, MBG, hingga Supremasi Sipil
Dengan gerobak berisi air mineral dan minuman kemasan, Ade tampak melayani peserta aksi yang membeli minuman untuk menghilangkan dahaga.
"Saya tahu dari HP, cari di Google juga. Kalau ada demo, ada acara bola, atau acara ramai lainnya biasanya saya datang dagang," ujar Ade saat ditemui Kompas.com di lokasi, Jumat.
Sehari-hari, Ade hanya berjualan minuman di kawasan Tanah Abang.
Namun, ia memilih berpindah lokasi ketika ada kegiatan yang berpotensi menghadirkan keramaian demi menambah penghasilan.
Baca juga: Massa Mahasiswa Demo di Depan DPR, Jalan Gatot Subroto ke Arah Slipi Ditutup
Bagi Ade, aksi demonstrasi kerap menjadi peluang ekonomi karena jumlah pembeli meningkat dibanding hari biasa.
"Ya bersyukur ada demo karena membantu ekonomi lah," kata dia.
Sudah 15 tahun menjalani profesi tersebut, Ade mengaku hampir selalu hadir setiap kali ada aksi demonstrasi besar.
Dalam satu hari aksi, ia bisa membawa hingga 10 dus minuman, dan akan menambah stok jika dagangannya habis.
"Pernah, waktu pelantikan Pak Jokowi, habis sampai 30 dus air mineral. Waktu itu ada tembakan gas air mata jadi orang pada beli buat cuci muka," jelas dia.
Baca juga: Massa Demo Pendukung MBG: Kalau Ada yang Salah Diperbaiki, Baru Setahun
Tak jauh dari lokasi tersebut, Dedi (60), pedagang siomay, juga terlihat sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti.
Berbeda dengan Ade yang rutin mengikuti berbagai keramaian, Dedi mengaku baru datang ke kawasan DPR RI setelah mengetahui adanya aksi demonstrasi yang berpotensi mendatangkan banyak pengunjung.
Informasi soal agenda aksi ia peroleh dari sesama pedagang dan pencarian di internet.





