"Kayak Tahanan" Penolakan Mahasiswa Naik Mobil Pamdal DPR Saat Hendak Masuk Gedung Parlemen

kompas.com
15 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa perwakilan mahasiswa dari empat kelompok yang menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang utama DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, sempat diminta naik ke mobil Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR RI saat hendak menuju gedung parlemen.

Mobil Pamdal tersebut telah dilengkapi bangku di bagian bak terbuka untuk mengangkut rombongan.

Awalnya, petugas Pamdal menjelaskan bahwa Gedung Nusantara atau gedung kura-kura DPR RI yang menjadi tujuan berada cukup jauh dari gerbang utama, sehingga mahasiswa disarankan menggunakan kendaraan tersebut.

Baca juga: Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di DPR Hari Ini: dari BBM, MBG, hingga Supremasi Sipil

Namun, karena kapasitas mobil terbatas dan harus digunakan secara bergantian, para mahasiswa akhirnya memilih menolak tawaran itu.

"Enggak usah aja ya Pak. Kayak tahanan," ujar salah satu perwakilan mahasiswa dari Universitas Trisakti.

Setelah itu, puluhan mahasiswa tersebut memutuskan untuk berjalan kaki bersama menuju Gedung Nusantara DPR RI.

Sebagai informasi, puluhan perwakilan mahasiswa itu kemudian diterima oleh pimpinan parlemen pada Jumat sore.

Baca juga: Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di DPR Hari Ini: dari BBM, MBG, hingga Supremasi Sipil

Pantauan Kompas.com, mereka mulai memasuki kompleks parlemen sekitar pukul 17.54 WIB.

Para mahasiswa masuk melalui pintu kecil di samping gerbang utama DPR/MPR RI secara bertahap dalam tiga gelombang.

Perwakilan mahasiswa yang masuk terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, dan Universitas Esa Unggul.

Setelah memasuki kompleks, mereka kemudian diarahkan menuju halaman utama Gedung DPR RI.

Tuntutan Mahasiswa

Sebelumnya, mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi tersebut menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada Jumat sore.

Massa aksi berasal dari Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Universitas Mercu Buana.

Mahasiswa Universitas Trisakti mengusung konsep "Tritura Kembali" atau Tiga Tuntutan Rakyat.

Baca juga: Massa Mahasiswa Demo di Depan DPR, Jalan Gatot Subroto ke Arah Slipi Ditutup

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti, Arief, menyampaikan tiga tuntutan utama, yaitu memulihkan ekonomi dan politik nasional, memberantas inkompetensi pejabat publik, serta mengembalikan supremasi sipil.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pria di Pematangsiantar Tewas Dikeroyok Ormas: Ternyata Salah Sasaran
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Bali Gagalkan Penyelundupan 21 Penyu Hijau
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
UHN Lagi Persiapkan Pembangunan Nommensen International Hospital, Effendi Simbolon: Menkes Dukung Rencana Ini
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
AI China Ini Dituding Bantu Militer Xi Jinping, Mengapa Trump Mendadak Menahannya?
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jamintel Kejagung Dorong Peran Aktif ABPEDNAS Realisasi Restorative Justice di Desa
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.