HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORUT – Toraya Ma’Gellu, salah satu kegiatan tari terbesar di Toraja Utara, berhasil mendapatkan pengakuan nasional dengan masuk sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang digagas oleh Kementerian Pariwisata RI. Event ini menempatkan Toraja Utara sebagai satu dari 38 kabupaten dan provinsi di Indonesia yang terpilih untuk mempromosikan kebudayaan dan pariwisata secara lebih luas.
Kegiatan Toraya Ma’Gellu tahun ini berlangsung di Art Center Kota Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, pada Jumat malam, 19 Juni 2026, dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal dari Tana Toraja dan Toraja Utara, tetapi juga mengundang peserta dan penonton dari berbagai daerah, mulai dari kabupaten lain di Sulsel hingga Kalimantan dan daerah lainnya.
Selain masyarakat umum, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pariwisata RI dan Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan, yang menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pengembangan seni dan budaya di Toraja Utara.
Damayanti Batti, Ketua Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Toraja Utara sekaligus istri Bupati, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh tamu dan peserta yang hadir. Katanya, “Terima kasih kepada semua yang telah hadir, Toraja Utara dapat pencapaian seperti ini karena keterlibatan semua pihak, mulai dari para pelaku seni Toraja dan banyak lagi.”
Lebih lanjut, Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan kegiatan seni dan budaya di daerahnya.
“Jadi termasuk kegiatan seni, merupakan suatu kebanggaan bagi kami masyarakat Toraja. Seni ini menjadi salah satu faktor yang melekat dalam masyarakat bahkan sejak dini hingga dalam seluruh masyarakat Toraja seni dan adat itu sangat kental dan menjadi suatu kebanggaan,” jelasnya.
Rangkaian Acara dan Simbolisme BudayaAcara pembukaan Toraya Ma’Gellu ditandai dengan pemukulan gendang khas Toraja dan pemberian ikat kepala serta selendang tenun Toraja kepada tamu undangan sebagai simbol penghormatan budaya. Selain menampilkan tarian Gellu Toraja dan berbagai tarian kreasi lokal, acara ini juga menampilkan tarian dari daerah lain yang dibawakan oleh talenta-talenta dari berbagai wilayah, termasuk sanggar-sanggar lokal di Toraja.
Kendati demikian, keberhasilan Toraya Ma’Gellu masuk dalam program nasional ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan mengangkat potensi budaya Toraja Utara ke tingkat yang lebih luas lagi. (fred/*)





