Viral! Art Toys Kini Makin Diburu oleh Kolektor

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Dunia koleksi mainan tengah diramaikan oleh fenomena yang tidak pernah terbayangkan beberapa tahun lalu. Art toys atau mainan koleksi berbasis seni kini menjadi salah satu barang yang paling diburu oleh kolektor di berbagai negara.

Banyak dari negara Asia, Eropa dan Amerika Serikat memiliki antrean panjang di toko-toko resmi. Hal itu menjadi bukti tingginya aktivitas jual beli di pasar sekunder menjadi bukti bahwa tren ini sedang berada di puncak popularitasnya.

Baca Juga :
OJK Respons Hasil Review MSCI soal Kondisi Pasar Modal RI, Begini Faktanya
Viral Pria Pakai Kebaya di Kirab Malam 1 Suro, Puro Mangkunegaran Bantah Beri Izin

Ilustrasi Blind Box
Photo :
  • Gemini AI

Viralnya art toys tidak hanya terjadi di internet. Di berbagai negara, toko-toko resmi sering dipadati pembeli yang ingin mendapatkan rilisan terbaru.

Beberapa seri bahkan dilaporkan habis hanya dalam hitungan menit setelah penjualan dibuka. Kondisi tersebut membuat banyak kolektor rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan karakter yang mereka incar.

Salah satunya fenomena Labubu menjadi salah satu ikon yang paling banyak diperbincangkan. Karakter unik dengan senyum jahil ciptaan seniman Kasing Lung itu berhasil mengubah cara masyarakat memandang art toys, dari sekadar hobi niche menjadi bagian dari budaya populer global.

Dari Mainan Koleksi Menjadi Gaya Hidup

Perlu diketahui, Art toys sebenarnya telah hadir selama bertahun-tahun melalui karya para seniman independen. Namun popularitasnya melonjak drastis ketika konsep blind box atau kotak misteri mulai menarik perhatian generasi muda.

Sistem ini membuat pembeli tidak mengetahui karakter yang akan diperoleh hingga kemasan dibuka. Sensasi kejutan tersebut menciptakan pengalaman berburu yang membuat banyak kolektor rela membeli berkali-kali demi mendapatkan edisi langka atau karakter favorit mereka.

Salah satu alasan utama mengapa art toys begitu diminati adalah faktor eksklusivitas. Banyak produk hanya diproduksi dalam jumlah terbatas sehingga menciptakan rasa langka di kalangan kolektor.

Ilustrasi mainan
Photo :
  • Istimewa

Beberapa edisi spesial bahkan mampu dijual kembali dengan harga berkali-kali lipat dari harga aslinya. Meski demikian, laporan Reuters menunjukkan bahwa harga pasar sekunder dapat berubah seiring peningkatan pasokan produk. Hal ini membuktikan bahwa kelangkaan masih menjadi faktor penting dalam menentukan nilai koleksi.

Fenomena tersebut membuat banyak kolektor tidak hanya membeli untuk hobi, tetapi juga sebagai aset koleksi yang berpotensi memiliki nilai tinggi di masa depan.

Baca Juga :
Harga Emas Hari Ini 19 Juni 2026: Produk Antam dan Kompak Melorot
Cuek Status Mualafnya Diragukan Netizen, Richard Lee: Yang Penting Allah Tahu!
Ketika AI Digunakan Saat Perang Ini yang Bakal Terjadi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Butet Kartaredjasa Bawa Budaya Jawa ke Vatikan Lewat Lukisan Jalan Salib
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
1.397 Madrasah Direvitalisasi, Telan Anggaran Rp 4 Triliun
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Komponen Motor Listrik yang Paling Sering Rusak
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Ketum Logis 08: Langkah Dasco Menerima Mahasiswa Patut Menjadi Teladan Demokrasi
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Respons Richard Lee Usai Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.