Prabowo Godok Pembinaan Atlet: Bangun Akademi Olahraga hingga Dana Pensiun

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan rancangan penguatan pembangunan olahraga nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Prabowo juga telah menerima penjelasan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir terkait rencana tersebut.

Hal tersebut disampaikan Erick Thohir seusai memenuhi panggilan Prabowo di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat (19/6). Erick datang ke Hambalang bersama pelatih sepak bola Tim Nasional Indonesia, John Herdman.

Erick mengatakan, penguatan pembinaan olahraga disabilitas menjadi perhatian khusus presiden. Menurutnya, salah satu program yang dilaporkan kepada Kepala Negara adalah pengembangan sertifikasi pelatihan bagi penyandang disabilitas.

Ketentuan ini bertujuan agar mereka memiliki kesempatan untuk menjadi pelatih dan berkontribusi dalam pembinaan olahraga nasional. Ketua Umum PSSI itu menyebut jumlah penyandang disabilitas di Indonesia sekitar 23,9 juta hingga 25,9 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 11% di antaranya aktif berolahraga.

“Bapak Presiden ingin mendorong para orang disabilitas ini benar-benar diperhatikan. Salah satunya kita punya, yang saya sampaikan Bapak Presiden, program bagaimana sertifikasi kepelatihan untuk mereka,” kata Erick setelah pertemuan dengan Prabowo.

Setujui Pelatnas Dibiayai Jangka Panjang

Selain membahas olahraga disabilitas, Erick mengartakan Kepala Negara juga menyoroti urgensi pembangunan olahraga nasional yang berorientasi jangka panjang. Prabowo menyetujui perlunya skema pendanaan jangka panjang atau multiyears untuk program pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Menurut Erick, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan hanya dengan perencanaan anggaran tahunan karena membutuhkan keberlanjutan untuk mempersiapkan ajang-ajang besar seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.

“Karena yang namanya pelatnas tidak mungkin dianggarkan per tahun, itu harus multi years,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang tersebut, Erick turut memaparkan rencana pembangunan Akademi Olahraga Nasional yang akan menjaring dan membina talenta olahraga sejak usia dini, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah.

“Jadi siapa yang akan menjadi atlet ke depan dari usia 8-10 tahun sudah mulai dibina. Ini yang tadi sampaikan, dan tadi saya paparkan rencana pembangunan Akademi Olahraga,” ujar Erick.

Selain pembinaan usia dini, Erick menyebut pemerintah juga terus mengkaji skema dana pensiun bagi atlet. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan olahragawan setelah menyelesaikan masa pengabdiannya di dunia olahraga.

“Presiden tanyakan mengenai dana pensiun atlet yang masih kita terus godok bagaimana persiapan ke depannya itu,” kata Erick.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apa yang Keliru Dipahami Kebanyakan Orang tentang Menyikat Gigi
• 10 jam laluerabaru.net
thumb
70% Gen Z Andalkan Orang Tua Saat Cari Kerja Sampai Ditemani Wawancara
• 13 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Butet Kartaredjasa Bawa Budaya Jawa ke Vatikan Lewat Lukisan Jalan Salib
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wakil Kepala BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi di Jawa Tengah
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Alasan ASUS TUF Gaming F16 Jadi Laptop Gaming Paling Worth It di 2026
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.