Iran lanjutkan konsultasi jelang putaran baru dialog dengan AS

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Istanbul (ANTARA) - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei, Jumat, mengatakan konsultasi melalui pihak mediator masih terus berlangsung untuk menentukan perundingan tahap berikutnya dengan Amerika Serikat yang bertujuan menyusun kesepakatan final, setelah rencana pertemuan di Swiss ditunda.

Dalam keterangannya kepada wartawan di Teheran, Baghaei menyatakan rincian putaran perundingan berikutnya akan diumumkan setelah seluruh kondisi yang diperlukan untuk melaksanakan pembicaraan terpenuhi.

Ia memastikan bahwa pertemuan di Swiss yang semula dijadwalkan berlangsung pada Jumat telah ditunda ke waktu yang akan diumumkan kemudian.

Menurut Baghaei, negosiasi menuju kesepakatan final bergantung pada pelaksanaan sejumlah klausul dalam memorandum yang telah disepakati.

Klausul tersebut mencakup gencatan senjata, pencabutan blokade laut Amerika Serikat, pembukaan kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, pemberian pengecualian bagi ekspor minyak Iran, serta pencairan aset-aset Iran yang dibekukan.

Baghaei juga membantah laporan yang menyebut Iran telah mengundang Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) untuk melakukan inspeksi terhadap fasilitas nuklirnya.

Ia menjelaskan bahwa pembahasan mengenai program nuklir Iran itu akan berlangsung selama 60 hari sesuai ketentuan memorandum. Selama periode tersebut, aktivitas nuklir Iran akan tetap berjalan seperti biasa.

Baca juga: IRGC Iran siap kembali perang jika AS dan Israel kembali menyerang

Baghaei menambahkan bahwa inspeksi di fasilitas seperti Bushehr Nuclear Power Plant akan terus dilakukan, sementara akses ke fasilitas yang terdampak serangan Amerika Serikat dan Israel akan bergantung pada hasil negosiasi yang sedang berlangsung.

Menurutnya, salah satu tujuan pertemuan di Swiss adalah untuk menandatangani memorandum dan membahas mekanisme perundingan tahap akhir. Namun, pertemuan tersebut menjadi tidak lagi diperlukan setelah dokumen itu ditandatangani secara digital pada 18 Juni. Saat ini, persiapan untuk pertemuan baru dalam beberapa hari mendatang sedang dilakukan.

Sebelumnya pada Jumat, Kementerian Luar Negeri Swiss menyatakan bahwa perundingan yang direncanakan antara Amerika Serikat, Iran, Qatar, dan Pakistan telah dibatalkan dan ditunda. Meski demikian, Swiss menegaskan tetap siap memfasilitasi dialog antara para pihak.

Pengumuman tersebut muncul setelah Gedung Putih menyatakan bahwa Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance tidak akan melakukan perjalanan ke Swiss karena masih ada kendala logistik yang belum terselesaikan terkait pembicaraan teknis dengan Iran.

Pada Rabu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani secara elektronik “Memorandum Islamabad” yang dimediasi oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Memorandum tersebut dimaksudkan untuk membuka jalan bagi penghentian konflik yang dimulai Washington dan Tel Aviv terhadap Iran pada 28 Februari, sekaligus membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya penurunan ketegangan di seluruh kawasan.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Lalu lintas Selat Hormuz mulai pulih, 25 kapal melintas sehari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Minyak Jelantah hingga Limbah Makanan, Inovasi Pertamina Hasilkan Nilai Ekonomi
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jaga Mutu Tata Kelola Manajemen, KAI Logistik Jalani Proses Resertifikasi ISO
• 17 jam lalumediaapakabar.com
thumb
BPBD: Karhutla di Aceh Barat berhasil dipadamkan
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Potret Perang Saudara Guncang Bandara Ibu Kota, 11 Tentara Tewas
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pascagempa Parigi Moutong, BAZNAS Buka Layanan Kesehatan Gratis bagi 171 Warga Terdampak
• 23 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.