Piala Dunia: AS vs Australia: Adu Kuat Raja Batu Bara, LNG-Daging Sapi

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) akan menghadapi Australia dalam laga Grup D Piala Dunia 2026. Pertandingan ini akan berlangsung pada Sabtu (20/6/2026) dini hari pukul 02.00 WIB.

Di atas lapangan, laga ini menjadi duel penting bagi kedua negara untuk menjaga peluang lolos dari fase grup. AS datang sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, sementara Australia membawa modal positif sebagai salah satu wakil Asia yang kerap tampil kompetitif di turnamen besar.

Namun, duel AS melawan Australia bukan hanya menarik dari sisi sepak bola. Di luar lapangan hijau, kedua negara ini juga punya kemiripan besar dari sisi ekonomi. Keduanya sama-sama dikenal sebagai negara kaya komoditas dan menjadi pemain penting dalam rantai pasok energi serta pangan dunia.

Baca: Ironi Piala Dunia 2026: Panggung Megah untuk Sponsor Sakit-sakitan

AS dan Australia sama-sama punya posisi kuat dalam batu bara, gas alam cair atau LNG, daging sapi, hingga gandum. Empat komoditas ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Batu bara dan LNG berkaitan dengan energi, sementara daging sapi dan gandum merupakan bagian penting dari rantai pangan global.

Batu Bara: Produksi Mirip, Australia Lebih Kuat di Ekspor

Untuk batu bara, AS dan Australia sama-sama merupakan produsen besar dunia. Dari sisi volume, produksi keduanya bahkan hampir sama.

Pada 2024, produksi batu bara AS mencapai 464,6 juta ton, sementara Australia berada di 462,9 juta ton. Keduanya sama-sama menyumbang sekitar 5% terhadap produksi batu bara global.

Meski produksinya hampir seimbang, Australia lebih menonjol di pasar ekspor. Negara ini dikenal sebagai salah satu eksportir batu bara utama dunia, terutama ke pasar Asia.

Australia juga sangat kuat dalam batu bara kokas atau coking coal, yakni jenis batu bara yang digunakan untuk membuat baja. Ini berbeda dengan batu bara termal yang dipakai untuk pembangkit listrik.

Baca: 10 Negara Peserta Piala Dunia dengan Utang Terbesar, Bikin Ngeri!

Karena itu, posisi Australia sangat penting bagi industri global. Selama dunia masih membutuhkan baja untuk gedung, kendaraan, rel kereta, kapal, hingga infrastruktur, kebutuhan terhadap batu bara kokas Australia tetap sulit diabaikan.

Sementara itu, AS juga merupakan produsen besar, tetapi sebagian besar batu baranya digunakan untuk kebutuhan domestik. Jadi, dari sisi produksi AS dan Australia hampir setara, tetapi dari sisi ekspor, Australia lebih dominan.

LNG: AS Nomor Satu, Australia Tempel Ketat

Untuk LNG atau gas alam cair, AS dan Australia sama-sama berada di papan atas dunia. Bahkan, keduanya menempati posisi dua besar produsen LNG global pada 2024.

Berdasarkan data The World LNG Report 2024 yang diterbitkan International Gas Union, AS menjadi produsen LNG terbesar dunia dengan kapasitas 91 juta ton per tahun. Sementara Australia berada tepat di bawahnya dengan 88 juta ton per tahun.

Grafis 

Dari tabel tersebut terlihat bahwa jarak AS dan Australia sangat tipis. AS memang berada di posisi pertama, tetapi Australia hanya terpaut 3 juta ton per tahun. Artinya, keduanya sama-sama merupakan raksasa LNG dunia.

Kekuatan AS di LNG meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Lonjakan produksi gas, terutama dari shale gas, membuat AS punya pasokan besar untuk dicairkan menjadi LNG dan dikirim ke pasar global.

Baca: 4 Mata Uang Peserta Piala Dunia Ini Lebih Perkasa dari Dolar AS

Australia juga bukan pemain baru. Negara ini sudah lama menjadi pemasok LNG utama, terutama untuk pasar Asia. LNG Australia banyak mengalir ke Jepang, China, Korea Selatan, dan negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik.

Perbedaan keduanya ada pada pasar utama. AS lebih fleksibel karena LNG-nya bisa masuk ke Eropa maupun Asia. Sementara Australia punya keunggulan geografis karena dekat dengan negara-negara pembeli besar di Asia.

Daging Sapi: AS Produksi Jumbo, Australia Kuat di Ekspor

Untuk daging sapi, AS dan Australia sama-sama punya nama besar. Namun, posisi keduanya berbeda.

AS merupakan salah satu produsen daging sapi terbesar dunia. Berdasarkan data USDA untuk periode 2025/2026, produksi daging sapi AS mencapai 11,84 juta metrik ton, atau sekitar 19% dari produksi global. Angka ini menempatkan AS di posisi kedua dunia, hanya kalah dari Brasil.

Australia juga masuk daftar produsen besar, meski skalanya jauh lebih kecil dibandingkan AS. Produksi daging sapi Australia tercatat 2,89 juta metrik ton, atau sekitar 5% dari produksi global. Dengan angka tersebut, Australia berada di peringkat ketujuh dunia.

Baca: Pecah Rekor, Lionel Messi Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia

AS jauh lebih besar dari Australia dari sisi produksi. Produksi daging sapi AS hampir empat kali lipat dibandingkan Australia.

Namun, cerita tidak berhenti di produksi. AS juga merupakan pasar konsumsi daging sapi raksasa. Jumlah penduduk yang besar dan budaya konsumsi daging yang kuat membuat sebagian besar produksi daging sapi AS terserap di dalam negeri.

Australia punya karakter berbeda. Dengan jumlah penduduk yang jauh lebih kecil, sebagian besar produksi daging sapinya bisa diarahkan ke pasar ekspor. Inilah yang membuat Australia lebih identik sebagai eksportir daging sapi dunia.

Daging sapi Australia banyak masuk ke pasar Asia, Timur Tengah, hingga Amerika Serikat. Australia juga dikenal dengan produk daging sapi berbasis padang rumput atau grass-fed beef, meski industri feedlot dan grain-fed beef juga terus berkembang.

Gandum: AS Produksi Lebih Besar, Australia Kuat di Ekspor

AS dan Australia juga sama-sama menjadi pemain penting dalam pasar gandum global. Komoditas ini sangat penting karena menjadi bahan baku utama roti, mi, pasta, sereal, hingga berbagai produk pangan lain.

Dari sisi produksi, AS lebih besar dibandingkan Australia. Berdasarkan data USDA untuk musim 2025/2026, produksi gandum AS mencapai 54,01 juta ton, sementara Australia sebesar 35,99 juta ton.

Namun, jika melihat ekspor, posisi keduanya hampir seimbang. Ekspor gandum AS tercatat 24,5 juta ton, sedangkan Australia mencapai 24,0 juta ton.

AS punya produksi lebih besar karena didukung lahan pertanian luas, teknologi pertanian maju, serta pasar domestik yang besar.

Baca: Asing Happy, Pulau Kecil Ini Pernah Jadi Surganya Pajak Dunia

Australia berbeda. Produksinya lebih kecil dibanding AS, tetapi ekspornya hampir sama besar. Ini menunjukkan bahwa Australia sangat bergantung pada pasar luar negeri dan menjadi salah satu pemasok gandum penting dunia.

Kekuatan Australia juga didukung posisinya yang dekat dengan pasar Asia dan Timur Tengah. Banyak negara di kawasan tersebut membutuhkan pasokan gandum impor, dan Australia menjadi salah satu pemasok yang kompetitif dari sisi jarak dan logistik.

Sementara itu, AS punya keunggulan dari sisi skala dan ragam produksi. Negara ini memproduksi berbagai jenis gandum, sehingga bisa melayani kebutuhan pasar yang berbeda-beda.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pria di Pematangsiantar Tewas Dikeroyok Ormas: Ternyata Salah Sasaran
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Menpora Sebut Presiden Prabowo Dukung Penuh Naturalisasi Pemain Timnas
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Macau Open 2026: Kejutan, Tunggal Putra Muhamad Yusuf Pulangkan Unggulan Pertama dan ke Semifinal
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Sempat Menolak, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Jalani Pemeriksaan Medis di RS Polri | BERUT
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Menuju 5 Abad Jakarta, Pemprov Siapkan Kalender Event Internasional Pada 2027
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.