Dari Minyak Jelantah hingga Limbah Makanan, Inovasi Perwira Pertamina Bawa Dampak Nyata di APQ Awards 2026

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com - Ratusan ide inovatif kembali lahir dari tangan para pekerja PT Pertamina (Persero).

Inovasi tersebut mencakup pengolahan minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat masa depan hingga pemanfaatan limbah makanan sebagai pelindung alat bor yang mampu menghemat biaya operasi hingga miliaran rupiah.

Deretan terobosan itu menjadi sorotan utama dalam puncak Annual Pertamina Quality (APQ) Awards 2026 ke-16 yang digelar di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Pada 2026, ajang adu gagasan tersebut mengusung tema Elevating Talent, Accelerating Innovation, and Delivering Enterprise Value dan diikuti 915 perwira Pertamina yang tergabung dalam 120 gugus atau kelompok inovasi.

Salah satu inovasi yang menonjol dalam ajang tersebut berasal dari Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap.

Baca juga: Pertamina: BBM Satu Harga Sudah Ada di 588 Titik di Seluruh Indonesia

Menjawab tantangan transisi energi global, tim tersebut berhasil mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF), yakni bahan bakar ramah lingkungan untuk pesawat terbang yang diolah dari minyak jelantah.

Terobosan itu menjadi salah satu langkah konkret Pertamina dalam membangun bisnis rendah karbon dan mengejar target net zero emission.

Tak kalah menarik, tim dari PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) meraih predikat Platinum lewat inovasi “Skin Care” untuk peralatan rig. Mereka menciptakan cairan antikarat untuk alat pengeboran yang diolah dari limbah makanan.

“Inovasi ‘Skin Care’ ini lahir dari kerasnya tantangan di lapangan. Alat pemboran kami sangat rentan terkena karat. Lewat bahan baku ramah lingkungan ini, kami tidak hanya menjaga kualitas alat, tapi juga menekan potensi pencemaran lingkungan sekaligus mengurangi beban limbah,” ujar Manager Organization & Quality Management PT PDSI Riyan Tamara dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (20/6/2026).

Terobosan tersebut tercatat memberikan nilai penghematan signifikan bagi perusahaan, yakni mencapai Rp 81 miliar.

Baca juga: PM India Serukan Penghematan Nasional, Warga Diminta Kurangi Beli Emas dan Pergi ke Luar Negeri

Bukan sekadar kompetisi

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina Andy Arvianto menegaskan, ratusan inovasi yang lahir di APQ Awards 2026 memberikan dampak signifikan, lebih dari sekadar efisiensi proses kerja.

Menurutnya, ajang tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki proses internal perusahaan, tetapi juga meningkatkan nilai perusahaan melalui efisiensi biaya, keandalan operasional, dan penguatan kompetensi talenta.

“Ajang ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk talenta perusahaan semata, tetapi menjadi instrumen strategis yang menjadi cermin kondisi inovasi dan mutu di setiap entitas Pertamina Grup. Hasil penilaian APQ Awards akan menjadi data dan insight bagi manajemen untuk memetakan kekuatan, gap, dan peluang improvement di seluruh lini organisasi,” jelas Andy.

Dia menambahkan, sejalan dengan tema “Elevating Talent, Accelerating Innovation, and Delivering Enterprise Value”, APQ Awards juga berperan sebagai akselerator transformasi. Ajang ini mendorong setiap entitas Pertamina mencapai sistem yang utuh, berkelanjutan, serta tata kelola yang semakin matang dari tahun ke tahun.

Tahun ini, dewan juri APQ Awards menganugerahkan penghargaan tertinggi Platinum kepada 40 gugus, disusul predikat Gold untuk 53 gugus dan Silver untuk 27 gugus.

Baca juga: Pertamina Suplai Pertalite 24 Jam Nonstop Hadapi Libur Sekolah 2026

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron memastikan, ide-ide cemerlang tersebut tidak akan berhenti di panggung penghargaan.

Ia menyebutkan, seluruh inovasi akan masuk ke dalam sistem knowledge management perusahaan agar dapat diduplikasi di unit-unit operasi Pertamina lainnya di seluruh Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Moka ILLIT Mendadak Hiatus, Agensi Ungkap Kondisi yang Sebenarnya
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
KPK Periksa Silmy Karim, Telusuri Asal Usul Aset yang Disita
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Blak-blakan Striker Belanda Keturunan Depok Ini Beri Update soal Naturalisasi ke Timnas Indonesia
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Perilaku Anak yang Menandakan Parenting Baik Menurut Ahli
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Open House Sekolah Rakyat, Bupati Kediri Beri Motivasi Para Siswa
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.