Prabowo Ingin Pembinaan Atlet Lebih Sistematis Lewat Pelatnas Multiyears

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pembangunan olahraga nasional secara menyeluruh, mulai dari pembinaan atlet, peningkatan kesejahteraan, hingga pengembangan sepak bola nasional menuju kualifikasi Piala Dunia 2030.

Komitmen tersebut disampaikan Presiden saat menerima Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bersama Pelatih Tim Nasional Indonesia John Herdman di kediaman Presiden di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).

Melalui unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet pada Sabtu (20/6/2026), Teddy menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat pembangunan olahraga nasional, pembinaan generasi muda, serta pengembangan sepak bola Indonesia.

Dalam keterangannya, Teddy menyebut salah satu fokus utama pemerintah adalah memperkuat pembinaan atlet nasional secara berkelanjutan melalui skema pemusatan latihan nasional (pelatnas) multiyears.

Skema tersebut dinilai penting untuk memastikan persiapan atlet Indonesia menghadapi berbagai ajang internasional, mulai dari Southeast Asian Games, Asian Games hingga Olympic Games dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan berkesinambungan.

“Penguatan pembinaan atlet nasional secara berkelanjutan melalui dukungan pelatnas multi years guna mempersiapkan atlet Indonesia menghadapi SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade,” tulis Teddy.

Baca Juga

  • Prabowo Siap Terjun ke NPC Karanganyar untuk Beri Perhatian Khusus Atlet Disabilitas
  • Presiden Prabowo Perkuat Dukungan Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN
  • Prabowo Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN, Persiapan Timnas Jadi Sorotan

Selain pembinaan, pemerintah juga menaruh perhatian pada aspek kesejahteraan atlet. Menurut Teddy, Presiden mendorong berbagai kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan atlet, antara lain melalui pemberian bonus prestasi, peluang karier sebagai anggota TNI, Polri maupun aparatur sipil negara (ASN), akses pendidikan, hingga pengkajian skema dana pensiun atlet.

Pemerintah juga berkomitmen memperluas pengembangan olahraga disabilitas sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang inklusif. Salah satu program yang tengah didorong adalah sertifikasi kepelatihan bagi penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan lebih besar untuk berkontribusi dalam pembinaan olahraga nasional.

“Pengembangan olahraga disabilitas, termasuk program sertifikasi kepelatihan bagi penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan lebih luas untuk berkontribusi dalam pembinaan olahraga nasional,” ujar Teddy.

Lebih lanjut, pemerintah juga mempercepat pembangunan pusat pembinaan olahraga nasional dan Akademi Olahraga yang dirancang untuk menjaring sekaligus membina talenta muda sejak usia dini.

Program tersebut diharapkan dapat menciptakan sistem pembinaan atlet yang lebih sistematis dan berkelanjutan, sehingga regenerasi atlet nasional dapat berlangsung secara optimal.

“Percepatan pembangunan pusat pembinaan olahraga nasional dan Akademi Olahraga yang akan menjaring dan membina talenta muda sejak usia dini secara lebih terstruktur dan berkesinambungan,” katanya.

Selain berorientasi pada prestasi, pemerintah juga menempatkan olahraga sebagai instrumen pembentukan karakter generasi muda. Teddy menyebut Presiden memandang olahraga sebagai sarana untuk menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan pengembangan potensi anak-anak Indonesia.

“Penguatan olahraga sebagai wadah pembentukan karakter, disiplin, dan pengembangan potensi generasi muda Indonesia,” tulisnya.

Di sektor sepak bola, Presiden Prabowo juga menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan Timnas Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas persiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah ajang FIFA ASEAN pada September–Oktober 2026.

Selain itu, pemerintah bersama federasi sepak bola nasional juga membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat Timnas Garuda dalam menghadapi babak Kualifikasi FIFA World Cup 2030.

“Bapak Presiden menegaskan dukungannya terhadap seluruh program pengembangan sepak bola nasional, termasuk persiapan tim nasional, penguatan sistem pembinaan pemain, serta peningkatan daya saing Indonesia di tingkat internasional,” ujar Teddy.

Menurutnya, pemerintah akan terus membangun dunia olahraga yang inklusif, berprestasi, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang sehat, tangguh, dan memiliki daya saing global.

“Pemerintah terus berkomitmen untuk membangun dunia olahraga yang inklusif, berprestasi, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang sehat, tangguh, dan berdaya saing, sekaligus membanggakan Indonesia di pentas dunia,” tulis Teddy.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Ultimatum PLN untuk Atasi Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Wisata Hiu Paus di Gorontalo Ramai Dikunjungi Peserta Penas
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
YouTube dan Perkembangan Media di Era Digital: Dari Platform Hiburan Jadi Sumber Pendapatan Baru
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Kementerian PU Kebut Konstruksi 10 Tol Fungsional Akhir 2026
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Polda Metro Ungkap Roy Suryo-dr Tifa Diamankan untuk Dilimpahkan ke Jaksa
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.