Stok Melimpah, Mentan Tegaskan Tak Akan Buka Keran Impor Beras Konsumsi

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Mentan menegaskan pemerintah tidak akan melakukan impor beras konsumsi karena stok beras nasional saat ini dalam kondisi aman dan melimpah.

Stok Melimpah, Mentan Tegaskan Tak Akan Buka Keran Impor Beras Konsumsi. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah tidak akan melakukan impor beras konsumsi karena stok beras nasional saat ini dalam kondisi aman dan melimpah.

Amran menyebutkan, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog hingga Juni 2026 telah mencapai sekitar 5,2 juta ton. Dengan jumlah tersebut, pemerintah menilai tidak ada kebutuhan untuk mengimpor beras medium.

Baca Juga:
Menghadap Presiden Prabowo, Mentan Amran Laporkan Stok Pangan Aman hingga 10 Bulan

"Stok kita per hari ini Juni, berada pada sekitar 5,2 juta ton sampai dengan hari ini dan stok kita aman. Tapi yang terpenting, (sejak) tahun 2025 tidak ada keluar izin impor beras medium (sampai sekarang)," bebernya, dikutip Sabtu (20/6/2026).

Menurut Amran, besarnya stok beras nasional dapat dibuktikan langsung dengan kondisi gudang Bulog yang saat ini bahkan telah melebihi kapasitas penyimpanan normal. Dari kapasitas gudang Bulog yang hanya sekitar 3 juta ton, kelebihan stok membuat Bulog harus menyewa tambahan gudang dengan kapasitas sekitar 2,2 juta ton.

Baca Juga:
Kementan Bakal Tingkatkan Produksi Ubi Jalar untuk Diversifikasi Konsumsi Masyarakat

"Kapasitas (gudang) Bulog hanya 3 juta ton. Tapi stok kita 5,2 juta ton. Artinya Bulog hari ini menyewa gudang (kapasitas) 2,2 juta ton. (Jadi untuk) yang belum yakin, silakan ke gudang Bulog seluruh Indonesia," tuturnya.

Mentan juga menyoroti laporan terbaru dari Food and Agriculture Organization (FAO) yang mencatat peningkatan stok beras Indonesia turut berkontribusi dalam menjaga cadangan beras global.

Baca Juga:
Pasokan Aman, Mentan Tegaskan Beras Tak Lagi Jadi Pemicu Inflasi

Dalam dokumen Food Outlook edisi Juni 2026, FAO memperkirakan stok beras dunia pada akhir periode 2026/2027 mencapai 213,8 juta ton, menjadi level tertinggi kedua dalam satu dekade terakhir.

FAO juga memproyeksikan stok beras Indonesia dapat mencapai 7,5 juta ton pada periode 2025/2026 dan meningkat menjadi 7,8 juta ton pada periode 2026/2027. Dengan kondisi tersebut, peluang Indonesia untuk menjadi eksportir beras dinilai semakin terbuka.

Selain itu, Amran menegaskan bahwa beras tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi nasional dalam dua tahun terakhir, seiring meningkatnya produksi dan terjaganya pasokan dalam negeri.

"Satu lagi, beras bukan lagi penyumbang inflasi utama. Ini sudah dua tahun berturut-turut," ungkap Amran.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Bogor Berpotensi Diguyur Hujan
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Link Live Streaming AS vs Australia Nanti Malam Pukul 02.00 WIB, Free dan Full HD!
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Mimpi 52 Tahun Berakhir Cepat, Haiti Jadi Tim Pertama yang Tersingkir di Piala Dunia 2026
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Terjun ke DPR, Mahasiswa Trisakti Galak: Indonesia Gawat Darurat!
• 21 jam laludisway.id
thumb
Harga Tiket dan Cara ke Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 dengan Transportasi Umum
• 2 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.