TABLOIDBINTANG.COM - Tumor otak merupakan pertumbuhan sel abnormal di otak atau jaringan di sekitarnya. Meski tidak selalu bersifat ganas, kondisi ini dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh sehingga penting dikenali sejak dini.
Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Bedah Saraf, dr. Moch. Evodia Slamet R., Sp.BS, dalam Media Gathering "Tumor Otak dan Tatalaksananya" yang digelar RS Premier Bintaro di Jakarta Selatan, Kamis (18/6).
Menurut dr. Evodia, tumor otak terbagi menjadi dua jenis, yakni tumor primer yang berasal dari jaringan otak dan tumor sekunder (metastasis) yang merupakan penyebaran kanker dari organ lain, seperti payudara, paru-paru, dan tiroid.
Berikut enam gejala tumor otak yang perlu diwaspadai:
1. Sakit kepala yang semakin berat
Sakit kepala yang muncul terus-menerus dan semakin parah dapat menjadi tanda meningkatnya tekanan di dalam otak akibat pertumbuhan tumor.
"Kenapa progresif? Karena tumor yang makin besar menyebabkan tekanan di dalam otak semakin tinggi, sehingga gejala penyakitnya ikut bertambah berat," jelas dr. Evodia.
2. Gangguan penglihatan
Tumor otak dapat menyebabkan pandangan kabur atau hilangnya sebagian area penglihatan, baik di sisi samping, atas, bawah, maupun tengah.
"Ada juga gangguan lapang pandang, hilangnya sebagian area penglihatan. Ada jenis tumor yang membuat penglihatan seperti memakai kacamata kuda, biasanya berkaitan dengan persilangan saraf mata kiri dan kanan," katanya.
3. Gangguan gerak dan keseimbangan
Penderita dapat mengalami kelemahan pada tangan atau kaki, gangguan keseimbangan, mata juling, mata menonjol, hingga penurunan pendengaran.
4. Perubahan kepribadian
Tumor yang tumbuh di area tertentu pada otak bisa memicu perubahan perilaku, seperti menjadi lebih agresif, hiperaktif, atau memiliki kepribadian yang berbeda dari biasanya.
5. Kejang pertama kali
Kejang yang muncul tanpa riwayat sebelumnya perlu diwaspadai karena dapat menjadi tanda adanya gangguan pada area motorik otak.
6. Penurunan kesadaran
Pada kondisi yang lebih berat, tekanan di dalam otak dapat menyebabkan muntah menyemprot, mengantuk berlebihan, hingga penurunan kesadaran.
Dr. Evodia mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala yang menetap atau semakin berat. Diagnosis dan penanganan sejak dini dinilai dapat meningkatkan keberhasilan terapi.




