Perundingan Iran–AS di Swiss Ditunda, Negosiasi Kesepakatan Energi Masih Berjalan Lewat Mediator

wartaekonomi.co.id
15 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rencana pertemuan lanjutan antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss resmi ditunda, di tengah masih berlangsungnya konsultasi diplomatik yang difasilitasi pihak mediator untuk melanjutkan pembahasan kesepakatan final kedua negara.

Penundaan ini terjadi setelah sejumlah kondisi teknis dan politik dinilai belum sepenuhnya terpenuhi untuk melanjutkan putaran perundingan berikutnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut bahwa proses komunikasi melalui pihak ketiga masih terus berlangsung.

Ia menegaskan bahwa jadwal baru perundingan akan diumumkan setelah seluruh prasyarat pembicaraan dipastikan siap.

“Rincian putaran perundingan berikutnya akan diumumkan setelah seluruh kondisi yang diperlukan terpenuhi,” kata Baghaei di Teheran dikutip dari Anadolu.

Menurut Baghaei, pembahasan saat ini masih berfokus pada implementasi sejumlah klausul dalam memorandum yang telah disepakati sebelumnya.

Kesepakatan tersebut mencakup penghentian konflik, pencabutan blokade laut Amerika Serikat, hingga pembukaan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Selain itu, terdapat juga pembahasan mengenai fasilitasi ekspor minyak Iran serta pencairan aset-aset Iran yang sebelumnya dibekukan.

Baghaei menegaskan bahwa negosiasi menuju kesepakatan final masih sangat bergantung pada pelaksanaan klausul-klausul tersebut secara bertahap.

Ia juga membantah laporan yang menyebut Iran telah mengundang Badan Energi Atom Internasional atau IAEA untuk melakukan inspeksi khusus terhadap fasilitas nuklirnya.

Menurutnya, isu tersebut tidak sesuai dengan perkembangan pembahasan yang sedang berjalan.

Sementara itu, pertemuan di Swiss yang sebelumnya direncanakan melibatkan Iran, Amerika Serikat, Qatar, dan Pakistan juga dipastikan batal dilaksanakan sesuai jadwal awal.

Pemerintah Swiss menyatakan bahwa meski pertemuan ditunda, pihaknya tetap siap memfasilitasi dialog antar pihak yang terlibat.

Situasi ini juga diperkuat dengan keputusan Gedung Putih yang menyebut Wakil Presiden AS JD Vance tidak jadi melakukan perjalanan ke Swiss karena kendala logistik dalam proses teknis pembicaraan.

Di sisi lain, pada Rabu lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian disebut telah menandatangani “Memorandum Islamabad” secara elektronik yang dimediasi oleh Pakistan.

Baca Juga: Main di Piala Dunia, Tapi Tak Bebas Tinggal di Amerika? Iran Resmi Protes ke FIFA

Memorandum tersebut menjadi kerangka awal untuk meredakan ketegangan yang melibatkan Iran dan AS, sekaligus membuka kembali jalur perdagangan energi global, termasuk di Selat Hormuz.

Kesepakatan itu juga ditujukan untuk menurunkan eskalasi konflik yang sebelumnya melibatkan sejumlah kawasan strategis di Timur Tengah.

Dengan kondisi tersebut, proses negosiasi diperkirakan masih akan terus berlanjut melalui jalur tidak langsung, sambil menunggu kesiapan penuh kedua pihak untuk kembali ke meja perundingan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menjelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarahi Makam Presiden Pertama RI
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mitigasi bencana, BMKG Tarakan usul tambah sensor gempa di Kaltara
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Inilah 3 Tuntutan Mahasiswa yang Langsung Ditindaklanjuti Dasco dan DPR
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Maroko Sukses Redam Skotlandia, Dekati Tiket Fase Gugur
• 15 jam lalueranasional.com
thumb
Siapa Bisa Samai Rekor Gol Terbanyak Sepanjang Masa Messi dan Ronaldo? Standarnya Terlalu Tinggi!
• 17 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.