Otoritas Israel menegaskan bahwa gencatan senjata dengan Hizbullah akan tetap bertahan selama kelompok yang didukung Iran itu mematuhinya. Tel Aviv juga bersikeras bahwa pasukan Israel akan tetap ditempatkan di wilayah Lebanon bagian selatan sepanjang gencatan senjata berlangsung.
Seorang pejabat Israel, yang enggan disebut namanya, seperti dikutip surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, dan dilansir Anadolu Agency, Sabtu (20/6/2026), mengatakan bahwa pengaturan gencatan senjata memungkinkan pasukan Israel tetap berada di Lebanon bagian selatan dan bertindak terhadap "ancaman yang muncul".
"Jika Hizbullah tidak menyerang, kami tidak akan menyerang mereka. Jika mereka menyerang kami, kami akan membalas," kata pejabat Israel tersebut, seperti dikutip Yedioth Ahronoth.
Perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah dikonfirmasi oleh seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS), yang enggan disebut namanya, saat berbicara pada Anadolu Agency.
Dikatakan pejabat senior AS itu bahwa perpanjangan gencatan senjata akan mulai berlaku pada Jumat (19/6) sore, pukul 16.00 waktu setempat.
Tidak dijelaskan lebih lanjut tentang kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata tersebut.
(nvc/idh)





