Grid.ID - Dedi Mulyadi soroti angka PHK Jabar yang masih tergolong tinggi. Sang gubernur yakin tahun 2026 persoalan bisa diimbangi dengan industri baru yang mulai rekrut karyawan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku optimis dengan masuknya investasi dan tumbuhnya kawasan industri baru dapat mengimbangi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diperkirakan masih terjadi pada 2026. Menurutnya, peluang baru di Jawa Barat akan terus bertambah.
"PHK di tahun 2026 itu akan ada program. Kan kami rekrutmen tenaga kerja baru juga tinggi. Kawasan-kawasan industri sudah mulai rekrut sekarang, sudah mulai jalan," ujar Dedi, dikutip dari Kompas.com.
Ia mengatakan, arus investasi ke Jawa Barat masih cukup tinggi. Sejumlah proyek industri yang saat ini dibangun juga diperkirakan akan membuka banyak lapangan kerja setelah nantinya beroperasi.
Bahkan menurutnya, kebutuhan tenaga kerja akan semakin besar pada 2027 saat sejumlah proyek industri selesai dibangun. Hal ini membuatnya optimis dengan penyerapan tenaga kerja yang juga tinggi.
"Di tahun 2027 ini banyak. Banyak banget karena saya sudah tahu datanya. Ini menerima, ini sudah selesai bangunannya, ini selesai. Tinggi kok. Jadi, investasi arus industri ke Jawa Barat juga tinggi," tambahnya.
Kualitas Tenaga Kerja Jadi Perhatian
Selain mendorong investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berupaya meningkatkan kualitas tenaga kerja. Meskipun kemampuan tenaga kerja di Jawa Barat cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan lagi.
"Kadang-kadang seleksi tenaga kerja itu ada dalam bentuk matematika dasar. Misalnya hitungannya 4x4, lupa, waktu menjawab itu tidak lulus. Nanti kursusin saja," terang Dedi.
Lebih lanjut, ia juga menilai keterbukaan informasi lowongan kerja menjadi faktor penting agar masyarakat bisa lebih mudah mengakses peluang yang tersedia. Pemerintah akan terus mendorong agar kebutuhan industri dapat terhubung dengan tenaga kerja lokal.
"Kalau sistemnya terbuka dan masyarakat siap dengan kebutuhan industri, sebenarnya tidak ada masalah. Yang penting kita siapkan SDM-nya," pungkas Dedi.
Seperti yang diketahui, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah angka PHK terbanyak sepanjang Agustus 2025 di tingkat nasional. Hal ini tentu menjadi perhatian Dedi Mulyadi.
Ia pun sempat menyampaikan optimismenya untuk industri baru yang buka di tahun 2026. Sehingga PHK Jabar yang sebelumnya masih tinggi bisa teratasi dengan perekrutan karyawan di sejumlah industri baru.
"Tahun depan karyawan di Subang, di Bekasi juga mulai rekrut ya. Jadi ya, memang ada yang berhenti tetapi juga ada ruang untuk masuk," ujar Dedi, dikutip dari Tribun Jabar. (*)
Artikel Asli




