Menteri Jumhur Minta Pembeli Sawit dan Pulp Ikut Tanggung Jawab Cegah Karhutla 

katadata.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat meminta para pembeli produk minyak kelapa sawit mentah dan bubur kertas untuk ikut bertanggung jawab mencegah kebakaran hutan dan lahan di area konsesi perkebunan dan sekitarnya.

 Menurutnya, tanggung jawab ini tidak bisa hanya dibebankan pada produsen, pemerintah, dan masyarakat sekitar. Jumhur mengatakan para penikmat produk ini harus turut serta. 

 “Pembeli akhir yang kemudian menjadikan ini bahan baku untuk nilai tambah yang lebih tinggi di negaranya, mereka juga ikut tanggung jawab,” kata Jumhur, saat ditemui awak media di Pangkalan Kerinci, Riau, pada Jumat (19/6). 

Jumhur juga mewaspadai potensi fenomena iklim El Nino yang diperkirakan aktif di level moderat hingga kuat tahun ini.  El Nino akan membawa udara lebih kering yang rentan menyulut api di area rawan terbakar seperti lahan gambut.

 Dia lalu meminta perusahaan komoditas saling bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mencegah kebakaran yang disulut El Nino. “Memastikan lagi lahan-lahan yang potensial terbakar di El Nino yang panjang ini bisa terhindari,” ujar Jumhur. 

Pernyataan tersebut disampaikan Jumhur saat menyambangi area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), bagian dari Asia Pacific Resources International Holdings Ltd alias APRIL Group milik konglomerat Sukanto Tanoto. 

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pemantauan kesiapan pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dalam menghadapi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama lahan gambut, di Provinsi Riau. 

"Hari ini kami melihat sistem water sharing, memastikan lahan gambut tetap terairi tidak hanya di kawasan konsesi, tetapi juga hingga ke wilayah masyarakat," kata dia.

 Pengelolaan air gambut PT RAPP dilakukan melalui sistem water zone yang dilengkapi sekat kanal untuk menjaga tinggi muka air gambut tetap berada pada level yang ditetapkan. Setiap zona memiliki papan pemantauan yang menunjukkan tinggi muka air secara berkala.

Bila ketinggian air turun di bawah ambang batas, sekat kanal akan ditutup untuk menahan air agar tetap menggenangi lahan gambut. Langkah ini bertujuan menjaga kelembapan gambut sehingga tidak mudah mengering dan terbakar. 

Sebaliknya, ketika ketinggian air mencapai sekitar 20-30 sentimeter di atas batas yang ditetapkan, sekat kanal akan dibuka agar air dapat mengalir ke water zone dengan elevasi yang lebih rendah. 

Menjelang musim kering atau saat menghadapi fenomena El Nino, standar tinggi muka air tersebut ditingkatkan. Misalnya, target tinggi muka air yang semula 4,6 meter dinaikkan menjadi 4,8 meter sehingga potensi penurunan muka air dapat diantisipasi lebih dini dan risiko kebakaran dapat ditekan.

 Sehari sebelumnya, ia juga meresmikan sekat kanal di area permukiman masyarakat di Dusun I, Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, hasil kolaborasi dengan sejumlah instansi pemerintahan serta PT Arara Abadi (Sinarmas Forestry) sebagai perwakilan perusahaan swasta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkeu: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Susunan pemain Brasil vs Haiti: Neymar masih absen, Vinicius tumpuan
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Dirut PLN Minta Maaf Atas Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Munas dan Konbes NU 2026 Resmi Dibuka di Ponpes Al-Falah Ploso Malam Ini
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kemenham Jabar kawal pemenuhan hak korban dugaanpenyekapan
• 7 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.