Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat akses pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan menyalurkan perangkat internet Starlink serta bantuan infrastruktur listrik bagi sejumlah sekolah di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan pendidikan yang lebih merata melalui penyediaan akses internet dan listrik bagi sekolah-sekolah yang selama ini belum terjangkau fasilitas dasar tersebut.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan seluruh sekolah memperoleh akses konektivitas dan energi yang memadai.
“Sekolah yang belum ada internet, saya bilang kita sambung internet, yang belum ada listrik kita sambung listrik,” ujar Mu’ti.
Starlink untuk Sekolah yang Belum Terjangkau InternetMu’ti menjelaskan berbagai bantuan tersebut telah direalisasikan oleh tim Kemendikdasmen sebelum kunjungan kerjanya ke Kabupaten Nias Utara.
“Dan ternyata alhamdulillah, semua sudah ditunaikan oleh tim dari Kemendikdasmen, sudah hadir di sini sebelum saya tiba di Kabupaten Nias Utara ini,” katanya.
Kemendikdasmen menyalurkan perangkat Starlink kepada empat sekolah dasar dan tujuh sekolah menengah pertama yang sebelumnya belum memiliki akses internet.
Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan masing-masing sebesar Rp25 juta untuk instalasi listrik dan internet bagi enam sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama.
Pemkab Nias Utara Apresiasi Dukungan PemerintahBupati Nias Utara Amizaro Waruwu menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kemendikdasmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya.
“Kedatangan Bapak Menteri, membawa banyak oleh-oleh untuk kita di Kabupaten Nias Utara. Mungkin termasuk Starlink bagi SD dan SMP yang belum ada jaringan internet selama ini, maka itu sudah bisa dipastikan, dapat internet,” ungkap Amizaro.
Ia mengatakan sejumlah sekolah yang sebelumnya belum memiliki akses internet kini telah terhubung dengan jaringan komunikasi digital.
Amizaro juga menyebut sekolah-sekolah yang belum memiliki jaringan listrik telah mendapatkan dukungan fasilitas penerangan.
“Begitu juga beberapa sekolah yang selama ini belum ada jaringan listrik, maka kehadiran Bapak Menteri saat ini jaringan listrik diganti dengan lampu LED dan sejenisnya yang sudah ada di Kabupaten Nias Utara,” ujarnya.
Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan berkualitas serta mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi bagi siswa di wilayah 3T.




