Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Pondok Ploso Kediri Dimeriahkan 7.000 Anggota ISHARI Jawa Timur

beritajatim.com
3 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Kediri (beritajatim.com) – Menjelang pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026, Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, dipadati ribuan jamaah ISHARI NU dari berbagai daerah di Jawa Timur. Sebanyak 7.000 anggota Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) hadir untuk memeriahkan rangkaian pra-Munas yang digelar di lingkungan pesantren.

Kehadiran ribuan jamaah hadrah tersebut menjadi bagian dari syiar sholawat sekaligus pembuka rangkaian agenda besar NU yang akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Ketua Panitia Lokal Munas-Konbes NU, Agus Bahauddin, mengatakan panitia secara khusus mengundang anggota ISHARI dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Menurutnya, kehadiran ribuan anggota ISHARI menjadi bentuk dukungan sekaligus semarak menjelang pembukaan forum strategis Nahdlatul Ulama tersebut.

“Kami mengundang ISHARI dari seluruh Jawa Timur. Kurang lebih ada 7.000 orang yang hadir di sini untuk memeriahkan pra-munas,” kata Agus Bahauddin.

Jumlah tersebut menjadikan kegiatan hadrah sebagai salah satu agenda dengan tingkat partisipasi jamaah terbesar sebelum pelaksanaan Munas dan Konbes resmi dibuka.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menegaskan bahwa majelis ISHARI tidak semata-mata berorientasi pada seni hadrah sebagai pertunjukan.

Menurutnya, esensi utama kegiatan tersebut adalah sebagai sarana khidmah dan tabaruk kepada para masyayikh serta sholawat yang dilantunkan bersama.

“Terutama pada kegiatan organisasi khidmah kita adalah tabaruk. Pertama, kepada munasabah majelis kita ini yang berada dalam rangkaian Haul Masyayikh Ploso, dan bertabaruk kepada shalawat pada saat pelaksanaan hadrah malam hari ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi hadrah dalam tradisi NU sebagai bagian dari syiar keagamaan yang memiliki nilai spiritual dan kebersamaan.

Untuk menjaga kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, panitia memusatkan acara ISHARI di Aula Dua kompleks Pondok Pesantren Al-Falah.

Lokasi tersebut dipilih agar kegiatan hadrah dapat berjalan dengan nyaman tanpa mengganggu agenda utama yang dipusatkan di panggung besar Munas dan Konbes NU.

Menurut Agus, pengaturan lokasi juga dilakukan sebagai bagian dari manajemen massa mengingat jumlah jamaah yang terus bertambah setiap harinya.

Kegiatan hadrah sekaligus menjadi penanda dimulainya gelombang kedatangan peserta, alumni pesantren, dan warga Nahdliyin dari berbagai daerah.

Panitia memperkirakan jumlah pengunjung di kawasan Pondok Pesantren Al-Falah akan terus bertambah hingga 21–22 Juni 2026.

Selain mengikuti Munas dan Konbes NU yang resmi dibuka pada Sabtu (20/6/2026), banyak jamaah juga datang untuk menghadiri rangkaian Haul Masyayikh dan Haul Romo Kiai Jazuli.

Kegiatan haul tersebut diperkirakan mencapai puncaknya pada Selasa (23/6/2026) dengan kehadiran ribuan santri, alumni, dan masyarakat umum.

Karena itu, panitia bersama aparat keamanan telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan dan pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan massa.

Munas dan Konbes NU merupakan forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar.

Forum ini akan membahas berbagai isu strategis organisasi, rekomendasi keagamaan, serta sejumlah materi yang nantinya dibawa ke Muktamar NU mendatang.

Berbagai pengurus wilayah NU dari seluruh Indonesia dijadwalkan hadir dalam forum tersebut untuk memberikan pandangan dan masukan terkait arah organisasi ke depan.

Karena itu, Munas-Konbes NU 2026 di Ploso menjadi salah satu agenda penting bagi perjalanan Nahdlatul Ulama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Agus Bahauddin mengatakan panitia berharap rangkaian syiar sholawat dan hadrah yang digelar menjelang Munas-Konbes mampu membawa keberkahan bagi organisasi dan seluruh warga Nahdliyin.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon restu para ulama dan masyayikh yang telah berjasa membangun tradisi keilmuan pesantren.

“Prinsip para kiai, NU adalah pesantren besar, sementara pesantren adalah NU kecil. Kami berharap munas ini mendapatkan pangestu para masyayikh dan mengembalikan roh NU pada makom yang semestinya,” ujarnya.

Melalui semangat sholawat, khidmah, dan kebersamaan yang ditunjukkan ribuan anggota ISHARI, panitia berharap Munas-Konbes NU 2026 dapat berlangsung lancar, menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi, serta memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan. [nm/beq]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri Buru DPO 2 Kurir Narkoba Jaringan Malaysia
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Ini Tampang Roy Suryo dan Dokter Tifa saat Keluar Tahanan Menuju RS Polri
• 23 jam laludisway.id
thumb
Dokter Tifa jalani rawat inap akibat GERD kambuh dan stres tinggi
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
AS Sebut Israel dan Hizbullah Sepakat Gencatan Senjata
• 19 jam laludetik.com
thumb
Blak-blakan Striker Belanda Keturunan Depok Ini Beri Update soal Naturalisasi ke Timnas Indonesia
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.