Kronologi Remaja 15 Tahun Tewas Diduga Dibakar Ibu Tiri di Papua, Korban Sempat Kritis Selama 12 Hari

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Kronologi remaja 15 tahun tewas diduga dibakar ibu tiri di Papua. Korban diketahui sempat alami kritis selama 12 hari.

Seorang anak perempuan berinisial DEP (15) menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga hingga berujung pada kematian. Kasus ini diketahui terjadi di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua.ibu tiri

Adapun, DAY diketahui mengalami kekerasan yang diduga dilakukan oleh ibu tirinya sendiri hingga alami luka bakar yang serius. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, korban sempat mengalami masa kritis selama 12 hari di Rumah Sakit (RS) Dian Harapan, Kota Jayapura.

Sementara itu, pelaku dikabarkan telah diamankan oleh pihak kepolisian sesaat setelah kejadian, pada Sabtu (6/6/2026). Namun, polisi sempat melepaskan pelaku lantaran DEP yang saat itu berada di rumah sakit meminta agar ibunya tidak ditahan terlebih dahulu agar bisa merawatnya.

"Pelaku ibu tiri korban, saat kejadian pelaku diamankan oleh polisi namun korban meminta agar pelaku bisa menjaga korban di rumah sakit (Dian Harapan)," kata Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan, dilansir dari Kompas.com.

Setelah DEP meninggal dunia, pihak keluarga belum membuat laporan resmi ke polisi san terkesan menutup-nutupi peristiwa itu. Lantaran hal itu, Polres Jayapura kemudian langsung menerbitkan Lporan Polisi (LP) Model A yang dibuat oleh anggota polisi sendiri karena adanya temuan tindak pidana dengan korban jiwa.

"Keluarga tidak terbuka dengan kasus ini," ungkap Dionisius.

"Kami langsung mengeluarkan laporan polisi model A karena ditemukan ada korban jiwa. Sehingga meskipun keluarga belum membuat laporan, kita tetap memeriksa (saksi)," tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengungkap kronologi peristiwa yang terjadi pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 22.40 WIT itu. Insiden ini diketahui terjadi di sebuah kedai pinang di pinggir jalan menuju Kalkhote, Kampung Nolokla.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kasus ini berawal dari adanya pertengkaran hebat antara korban DEP dan pelaku DAY. Saat itu, plaku yang tersulut emosi lalu menyiramkan bahan bakar ke tubuh putri tirinya dan menyulutnya dengan api.

"Berdasarkan informasi yang diperoleh petugas di lapangan, korban diduga mengalami luka bakar akibat tindakan yang dilakukan oleh orang tuanya," kata AKP Axel Panggabean.

 

Dalam kronologi remaja 15 tahun tewas ini, DEP yang terbakar kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari histeris meminta pertolongan warga sekitar. Korban kemudian menceburkan badannya ke dalam bak penampungan air milik warga untuk memadamkan api.

Melansir dari TribunLampung.co.id, warga yang mengetahui kejadian itu segera memberi pertolongan dan menahan pelaku agar tidak kabur hingga pihak polisi datang ke lokasi. Tak lama kemudian, personel Polsek Sentani Timur datang untuk mengamankan situasi.

Berikutnya, korban dievakuasi ke Puskesmas Kampung Harapan untuk mendapatkan penanganan medis awal sebelum dirujuk ke RS Dian Harapan. DEP yang mengalami luka bakar parah dirawat dalam keadaan kritis gingga 12 hari, sebelum akhirnya berpulang.

Kasat Reskrim menegaskan, pelaku lalu diamankan dan saat ini masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Satreskrim Polres Jayapura. Selain itu, penyidik juga terus melakukan pengumpulan keterangan dari para saksi guna mengungkap secara utuh kronologi serta motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut.

"Kami menangani kasus ini secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas AKP Axel Panggabean.

Axel menjelaskan bahwa pihak keluarga korban masih belum juga membuat laporan polisi secara resmi. Namun demikian, kepolisian tetap melakukan langkah-langkah kepolisian berupa pengamanan, pendalaman informasi, pemeriksaan saksi-saksi serta koordinasi dengan pihak keluarga dan tenaga medis.

"Sampai saat ini kami masih menunggu pihak keluarga korban untuk membuat laporan polisi sebagai dasar proses hukum lebih lanjut," jelas Axel.

"Meskipun demikian, penyidik tetap melakukan pengumpulan keterangan dan pendalaman terhadap peristiwa tersebut guna memastikan penanganan kasus berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku," ujarnya. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lagu T2 Viral di Kalangan Gen Z, Tika dan Tiwi Kaget Banyak yang Hafal tapi Tak Tahu Penyanyinya
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Pria di Jakbar Berulang Kali Ngutil di Minimarket, Hasil Curian Dijual Lagi
• 13 jam laludetik.com
thumb
Federico Barba Resmi Tinggalkan Persib
• 18 jam lalubola.com
thumb
Suka The First Jasmine? Ini 4 Rekomendasi Drama China Terbaik yang Dibintangi Bai Lu
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset yang Disita
• 3 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.