1.411 Lulusan Unismuh Didorong Jadi Sarjana Adaptif di Tengah Perubahan Zaman

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-– Sebanyak 1.411 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar resmi menyelesaikan pendidikan mereka pada Wisuda ke-88 yang digelar di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar, Sabtu, 20 Juni.

Di balik prosesi wisuda, perhatian utama justru tertuju pada tantangan yang akan dihadapi para lulusan setelah meninggalkan bangku kuliah.

Perubahan teknologi, kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang, hingga persoalan sosial di masyarakat menjadi isu yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof Fauzan, mengingatkan para lulusan bahwa dunia setelah kampus menuntut kemampuan yang berbeda.

Menurutnya, para sarjana harus mampu berpikir analitis, strategis, dan cepat beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi.

Ia menyebut para lulusan kini memasuki “kampus kehidupan”, ruang yang lebih kompleks dan realistis dibandingkan lingkungan akademik. Karena itu, kemampuan menyesuaikan diri menjadi salah satu kunci penting untuk bertahan dan berkembang.

“Alam di sekitar kita telah terjadi perubahan yang luar biasa. Artinya menuntut kita juga harus bisa adaptif. Menjadi sarjana yang adaptif itulah tuntutan kita bersama,” ujar Prof Fauzan.

Dalam kunjungannya ke Unismuh Makassar, Prof Fauzan juga meresmikan hasil hilirisasi riset kampus yang bergerak di bidang pengolahan sampah.

Menurutnya, isu sampah saat ini menjadi perhatian nasional dan membutuhkan keterlibatan perguruan tinggi melalui inovasi yang dapat diterapkan langsung di masyarakat.

Ia menilai langkah Unismuh mengembangkan hasil riset menjadi solusi pengolahan sampah merupakan contoh bagaimana perguruan tinggi dapat menghadirkan manfaat nyata di luar ruang kelas.

Menurut Prof Fauzan, sampah tidak lagi semestinya dipandang sebagai limbah semata, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan manfaat ekonomi.

Rektor Unismuh Makassar, Dr Rakhim Nanda, menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir perjalanan pendidikan. Justru setelah lulus, para alumni dituntut untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, dan menghadapi tantangan yang semakin dinamis.

Ia mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kemampuan bersaing di tingkat global.

Menurutnya, para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan di berbagai sektor, baik di dunia pendidikan, pemerintahan, bisnis, kesehatan, maupun bidang sosial kemasyarakatan.

Wisuda ke-88 Unismuh Makassar kali ini meluluskan mahasiswa dari berbagai fakultas, dengan jumlah terbanyak berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 404 orang, disusul Fakultas Agama Islam 280 orang dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 255 orang.

Selain dihadiri Prof Fauzan, prosesi wisuda juga dihadiri Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis serta Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Ishaq Iskandar.

Namun, pesan yang paling mengemuka dari kegiatan tersebut adalah pentingnya kesiapan lulusan menghadapi perubahan dan menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui ilmu yang telah mereka peroleh. (wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Sambangi NTT dan Gorontalo, Gibran Lanjutkan Kunker ke Papua
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Momen Gibran Tanam Bibit Pohon Kakao Bareng Mahasiswa di Manokwari Selatan
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Isi Liburan Sekolah dengan Mengenalkan Ekosistem Alam di Pusat Perbelanjaan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
HMSI dukungan dunia pendidikan melalui penyerahaan truk Hino 300
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Siapa Sih Icuk Nugroho? Pemeran Saep Copet di Preman Pensiun yang Baru Saja Meninggal Dunia
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.