Partai Jerman Laporkan Kader yang Serukan Muslim Diracun Gas seperti Yahudi pada Era Nazi

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Salah satu partai yang memimpin pemerintahan koalisi di Jerman, Partai Uni Demokrat Kristen (CDU), melaporkan salah satu anggotanya kepada aparat penegak hukum. Pria tersebut menyerukan pembunuhan terhadap umat Islam dengan cara diracun gas, sebagaimana yang dilakukan rezim Nazi terhadap orang Yahudi pada masa Holocaust.

Kasus ini kembali memunculkan kekhawatiran mengenai meningkatnya sentimen anti-Muslim di Eropa. Seruan kekerasan yang merujuk pada metode pembantaian pada masa Holocaust juga dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi di Jerman pasca-Perang Dunia II.

Baca Juga
  • Roy Suryo dan Tifa Dirawat di RS Polri Kramat Jati Usai Pemeriksaan, Begini Penjelasan Refly Harun
  • Ini Dia Pemenang Sesungguhnya dari Perang AS Israel Melawan Iran
  • Kisah Hijrah Pertama, Raja Nasrani Menyambut Hangat Para Sahabat Nabi

Pernyataan bernada Islamofobia itu disampaikan oleh anggota CDU berusia 23 tahun dari Kota Krefeld, Jerman Barat, dalam sebuah video yang beredar di platform TikTok. Ucapan tersebut memicu kecaman keras dari internal partai.

"Sekarang mari kita serang Muslim dengan gas," ujar pria tersebut berdasarkan laporan jaringan editorial RND yang dikutip Anadolu Agency, Jumat (19/6/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dalam video TikTok tersebut, ia juga menyatakan jika memiliki kekuasaan, ia akan mengusir seluruh Muslim.

"Sebenarnya, saya lebih suka mereka dibunuh. Seperti diracuni gas atau semacamnya," katanya.

Berlin, kota dengan populasi Muslim terbanyak di Jerman

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Janji Saan Mustopa: Status Tersangka 16 Mahasiswa Trisakti Bakal Dicabut!
• 22 jam laludisway.id
thumb
Dokter Alumni FKG Unair Diduga Plasgiasi, Gelar Terancam Dicabut
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Cara Cek Hasil Seleksi SPMB Kota Bandung Tahap 1 SD-SMP 2026, Pengumuman Keluar Hari Ini
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Pemprov Jabar Buka Seleksi Mutasi Masuk PNS 2026, Simak Syarat, Alur dan Jadwal Lengkap
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset yang Disita
• 5 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.