HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Di tengah derasnya arus keluar-masuk pemain yang mewarnai bursa transfer Super League 2026/2027, satu nama lagi resmi menambah daftar pemain yang berpisah dengan PSM Makassar. Kali ini giliran Alex Tanque yang mengumumkan secara langsung bahwa kebersamaannya dengan Pasukan Ramang telah berakhir.
Tidak melalui konferensi pers ataupun pengumuman resmi klub, perpisahan itu justru disampaikan secara sederhana melalui akun media sosial pribadinya. Namun kesederhanaan itu tidak mengurangi makna dari pesan yang ia sampaikan.
Striker asal Brasil tersebut memastikan dirinya tidak lagi menjadi bagian dari skuad PSM Makassar untuk musim depan.
“Saya ingin menyampaikan kepada semua orang bahwa saya bukan lagi atlet untuk PSM Makassar,” tulis Alex Tanque melalui akun Instagram resminya.
Pernyataan tersebut sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi mengenai masa depannya yang dalam beberapa pekan terakhir terus menjadi perbincangan di kalangan pendukung PSM.
Tidak berhenti di situ, pemain berusia 32 tahun tersebut juga menyampaikan pesan perpisahan yang penuh rasa hormat kepada klub dan para suporter yang selama ini memberikan dukungan kepadanya.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang tanpa terkecuali. Saya akan selalu mendukung kalian. EWAKO PSM Makassar,” lanjutnya.
Kalimat itu mungkin singkat, tetapi cukup menggambarkan hubungan yang terjalin selama dirinya berseragam merah marun.
Bagi Alex Tanque, musim bersama PSM memang bukan perjalanan yang selalu mulus. Namun ia tetap menjadi salah satu bagian dari skuad yang berjuang melewati kompetisi yang panjang dan penuh tantangan.
Kini, setelah resmi berpisah, pertanyaan besar berikutnya mulai muncul: ke mana Alex Tanque akan melanjutkan kariernya?
Salah satu klub yang mulai dikaitkan dengan mantan penyerang PSM tersebut adalah PSIS Semarang.
Tim berjuluk Mahesa Jenar disebut membuka peluang untuk melakukan negosiasi dengan sang pemain dalam upaya memperkuat lini depan mereka menghadapi musim baru. Meski belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak, kebutuhan PSIS terhadap sosok penyerang berpengalaman membuat nama Alex Tanque dinilai cukup realistis masuk dalam radar mereka.
Jika transfer itu benar-benar terwujud, PSIS akan mendapatkan striker yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi Indonesia sekaligus memahami karakter sepak bola nasional.
Pengalaman seperti itu sering kali menjadi nilai tambah yang tidak bisa diukur hanya melalui statistik semata.
Meski demikian, catatan performa Alex Tanque selama membela PSM tetap menarik untuk dicermati.
Sepanjang musim, ia tampil dalam 26 pertandingan bersama Pasukan Ramang. Dari jumlah tersebut, ia berhasil mencetak enam gol dan menyumbangkan satu assist.
Angka tersebut memang belum menempatkannya sebagai salah satu penyerang paling produktif di kompetisi, tetapi kontribusinya tidak hanya tercermin dari jumlah gol yang dicetak.
Sebagai ujung tombak, Alex Tanque juga kerap berperan sebagai pemantul serangan dan pembuka ruang bagi rekan-rekannya di lini depan.
Statistik menunjukkan ia melepaskan 43 tembakan sepanjang musim, dengan 18 di antaranya mengarah tepat ke gawang lawan. Rasio tersebut memperlihatkan bahwa dirinya tetap mampu menghadirkan ancaman meski tidak selalu berhasil mengonversi peluang menjadi gol.
Kontribusinya juga terlihat dalam fase pembangunan serangan.
Sepanjang musim, Alex Tanque mencatatkan 340 operan dengan 246 di antaranya berhasil mencapai sasaran. Angka itu cukup menunjukkan keterlibatannya dalam permainan tim, terutama ketika PSM mencoba membangun serangan dari lini kedua.
Yang menarik, kontribusinya tidak hanya berhenti di area ofensif.
Dalam berbagai pertandingan, Alex Tanque juga beberapa kali terlihat membantu pertahanan saat tim menghadapi tekanan. Ia mencatatkan sembilan tekel, sembilan intersep, serta 17 clearance sepanjang musim.
Data tersebut menggambarkan karakter pemain yang tidak segan bekerja keras untuk kepentingan tim, bahkan ketika tugas tersebut berada di luar peran utama seorang striker.
Tentu saja perjalanan musimnya tidak selalu berjalan sempurna.
Intensitas permainan yang tinggi membuatnya beberapa kali terlibat duel keras. Ia tercatat melakukan 26 pelanggaran yang berujung pada tiga kartu kuning dan satu kartu merah.
Namun aspek tersebut juga menunjukkan gaya bermainnya yang agresif dan penuh determinasi.
Bagi PSM Makassar, kepergian Alex Tanque kembali menambah daftar pekerjaan rumah yang harus diselesaikan manajemen dan pelatih baru Darije Kalezic.
Sebelumnya, sejumlah pemain inti juga telah dikaitkan dengan pintu keluar klub. Situasi ini membuat proses pembentukan skuad musim depan menjadi semakin penting.
Darije bukan hanya dituntut mempertahankan pemain-pemain yang masih menjadi bagian dari rencana tim, tetapi juga harus menemukan sosok pengganti yang mampu memberikan kontribusi setara bagi Pasukan Ramang.
Sementara bagi Alex Tanque, perpisahan dengan PSM bisa menjadi awal dari tantangan baru.
Di usia 32 tahun, ia masih memiliki pengalaman dan kualitas yang dapat dimanfaatkan klub-klub yang membutuhkan sosok striker matang di lini depan.
PSIS Semarang mungkin menjadi salah satu tujuan yang paling memungkinkan. Namun dalam bursa transfer yang selalu dinamis, berbagai kemungkinan lain juga masih terbuka.
Yang pasti, satu bab telah resmi ditutup.
Kebersamaan Alex Tanque dengan PSM Makassar kini menjadi bagian dari sejarah perjalanan kariernya. Dan seperti banyak pemain asing yang pernah singgah di Kota Daeng, ia meninggalkan Makassar dengan ucapan sederhana namun penuh makna:
“Saya akan selalu mendukung kalian. EWAKO PSM Makassar.”





